Arahan pengembangan agribisnis buah naga di pekarangan terintegrasi desa wisata Banuroja

Keywords: Buah Naga, Desa Wisata Banuroja, Strategi

Abstract

Among the many problems, one of the obstacles to farming is the weak strategy to make up for the highest profit. The purpose of this study is to examine the direction of the development of agribusiness of dragon fruit in the integrated yard of a tourism village. This research was carried out in Banuroja Village, Randangan District, Gorontalo, from March to June 2019. This research was designed using a survey approach. The number of respondents are 58 people. The data were analyzed using the SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) methods. The analysis shows that SWOT awareness is in quadrant III (change strategy). The recommended strategy priorities consist of; (a) the development of dragon fruit-based agro-tourism through strengthening multicultural farmers in the promotion of rural tourism, (b) forming farmer groups in the integration of agricultural tourism management as an effort to strengthen institutions, and (c) developing super red dragon fruit in an effort to expand its development because it is much sought after by consumers.

Author Biography

Dewa Oka Suparwata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

References

Abdi, F. N., Isharyani, M. E., Kuncoro, D. K. R., dan Sitania, F. D. (2018). Pengembangan produk olahan buah naga merah Kaltim yang cocok dipasarkan dengan sistem usaha gerobak waralaba. Journal Industrial Servicess, 3(2), 28–32.

Adawiyah, W. R., Praptapa, A., dan Mafudi. (2017). Strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat (Community Based Rural Tourism) di desa Papringan. In Prosiding Seminar Nasional “Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VII” 17-18 November 2017 (Vol. 5, pp. 1072–1083).

Atmoko, T. P. H. (2014). Strategi pengembangan potensi desa wisata Brajan kabupaten Sleman. Jurnal Media Wisata, 12(2), 146–154.

Destiarni, R. P. (2013). Analisis kelayakan pengembangan usaha budidaya buah naga (Hylocereus sp.) di desa Rombasan kecamatan Pragaan kabupaten Sumenep Jawa Timur. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Faisal, M., Hadi, S., dan Arifudin. (2014). Strategi pengembangan agribisnis buah naga di pulau Bengkalis. Jom Faperta, 1(2), 1–14.

Harvey, F. I. W., Januar, J., dan Kusmiati, A. (2009). Trend produksi dan prospek pengembangan komoditas buah naga di kabupaten Jember. J-SEP, 3(2), 71–78.

Lais, H., Pengemanan, P. A., dan Jacom, S. G. (2017). Pemanfaatan pekarangan keluarga petani di desa Para-Lele, kecamatan Tatoareng, kabupaten Kepulauan Sangihe. Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, 13(3), 373–384.

Lestari, M., dan Kusno, K. (2014). Kajian manajemen persediaan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus sp.) dalam memenuhi permintaan konsumen (studi kasus di supermarket Asia Plaza , kota Tasikmalaya). Agric. Sci. J., I(4), 225–234.

Muhammad, M. (2018). Analisis SWOT sebagai strategi pengembangan usahatani buah naga merah (Hylocereus costaricensis) kecamatan Wasile Timur kabupaten Halmahera Timur. AGRIKAN: Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(1), 28–37. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.11.1.28-37

Nugraha, T. A. (2015). Analisis keuntungan dan daya saing usahatani buah naga di desa marga jasa kecamatan sragi kabupaten lampung selatan. Skripsi. Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Oktavia, W. (2017). Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman buah naga (dragon fruit) di kecamatan Batang Anai, kecamatan Ulakan Tapakis dan kecamatan Nan Sabaris kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 2(1), 49–56.

Ramadhan, M., Abubakar, R., dan Iskandar, S. (2015). Studi kendala penerapan agribisnis buah naga di desa Lubuk Lancang kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Societa, 4(1), 18–26.

Rangkuti, F. (2012). SWOT Balanced Scorecard (Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif plus Cara Mengelola Kinerja dan Risiko). Jakarta: Gramedia.

Rianto, M. B., Suwandi, dan Sulistiyono, A. (2016). Pengaruh panjang stek dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit buah naga (Hylocereus sp .). Jurnal Plumula, 5(2), 113–124.

Rochmadhona, V. U. (2017). Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap hasil panen dan daya simpan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai desain sumber belajar biologi SMA. Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro, 2(1), 34–48.

Suartha, I. D. G. (2009). Studi kelayakan agribisnis buah naga (suatu kajian kepustakaan). GaneC Swara, 3(2), 6–11.

Sukanata, I. K., Budirokhman, D., dan Nurmaulana, A. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan lahan pekarangan dalam kegiatan kawasan rumah pangan Lestari (studi kasus di KWT Dewi Srikandi desa Cipanas kecamatan Dukupuntang kabupaten Cirebon). Jurnal Agrijati, 28(1), 1–16.

Sulistiami, A., Waeniati, Muslimin, dan Suwastika, I. N. (2012). Pertumbuhan organ tanaman buah naga (Hylocerus undatus) pada medium Ms dengan penambahan bap dan sukrosa. Jurnal Natural Science, 1(1), 27–33.

Suparwata, D. O. (2018). Respon pertumbuhan dan produksi kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap perlakuan perbedaan naungan. Akademika, 7(1), 10–21.

Suparwata, D. O., dan Djibran, M. M. (2018). Pemanfaatan pekarangan bero untuk usahatani buah naga. Journal of Agritech Science (JASc), 2(2), 72–89.

Tiyas, A., Putra, I. G. S. A., dan Dewi, I. A. L. (2015). Analisis finansial usahatani buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) (Studi kasus di kelompok tani Berkah Naga desa Sambirejo kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata, 4(5), 402–411.

Trisnawati, A. E., Wahyono, H., & Wardoyo, C. (2018). Pengembangan desa wisata dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian Dan Pengembangan, 3(1), 29–33.

Wicaksono, M. B. (2018). Potensi dan preferensi usaha budidaya buah naga sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat dalam perspektif ekonomi islam (studi di desa lempuyang bandar kecamatan way pengubuan kabupaten lampung tengah). Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Wuri, J., Hardanti, Y. R., & Hartono, L. B. (2015). Dampak keberadaan kampung wisata terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Jurnal Penelitian, 18(2), 143–156.

Yulida, R. (2012). Kontribusi usahatani lahan pekarangan terhadap ekonomi rumah tangga petani di kecamatan Kerinci kabupaten Pelalawan. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 3(2), 135–154.

Published
2019-09-17
How to Cite
Suparwata, D. O., & Pomolango, R. (2019). Arahan pengembangan agribisnis buah naga di pekarangan terintegrasi desa wisata Banuroja. AGROMIX, 10(2), 85-99. https://doi.org/10.35891/agx.v10i2.1621
Section
Articles