Analisis sikap petani terhadap pelaksanaan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) dan peningkatan produksi padi

Analysis of farmers' attitudes towards implementing integrated crop management field schools (SL-PTT) and increased rice production

  • Prihono Prihono Balai Pelatihan Pertaniaan dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat
  • Murdani Murdani Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan - Lawang
Keywords: attitude, farmers, improvement, lowlan rice, productivity, SLPTT

Abstract

This study aims to determine how farmers' attitudes towards the implementation of integrated crop management (SLPTT) field schools towards increasing paddy rice production and its relationship with farmer rice productivity. The research method uses a descriptive quantitative approach, the method of data analysis uses variance analysis and to distinguish differences between groups using the Tukey test because the number of variables is more than two. The results of the processing and analysis of research data show that the average farmer has a positive attitude or response to the implementation of the SLPTT (average attitude score of 76.47%) and an increase in farmer's rice production by 16.39% (up 0.73 tons/ha of dry unhusked rice), from 4.48 tons/ha milled dry grain to 5.2 tons/ha milled dry rice). The results of statistical tests show that there is a positive correlation/relationship between all indicators of farmer's attitude and the productivity produced. The highest correlation is obtained from the indicator 'training method' with the correlation criteria 'close to perfect', the correlation coefficient value is 0.900. Overall attitudes of farmers towards implementing SLPTT have a weak positive correlation (correlation coefficient value 0.145) with lowland rice productivity. Farmer rice productivity increased but the production achieved was still below the NTB province's target of 5.42 tons/ha of dry milled rice with an increase in production of 0.5-1.0 tons/ha dry milled rice or 4.77%.

References

Asnawi, R. (2017). Peningkatan produktivitas dan pendapatan petani melalui penerapan model pengelolaan tanaman terpadu padi sawah di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14(1).

Basuki, R. S. (2016). Identifikasi permasalahan dan analisis usahatani bawang merah di dataran tinggi pada musim hujan di Kabupaten Majalengka. Jurnal Hortikultura, 24(3), 266–275.

Chairuman, N. (2014). Kajian adaptasi beberapa varietas unggul baru padi sawah berbasis pendekatan pengelolaan tanaman terpadu di dataran tinggi Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Pertanian Tropik, 1(1), 47–54.

Dani, A., Rusman, Y., & Noormansyah, Z. (2017). Dampak sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT) terhadap tingkat penerapan teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) pada usaha tani padi sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 2(3), 159–166.

Ditjen Tanaman Pangan. (2010). Pedoman pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah tahun 2010. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Fathurrohman, P., & Sutikno, M. S. (2007). Strategi belajar mengajar. Bandung: PT. Refika Aditama.

Indraningsih, K. S. (2016). Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usahatani terpadu. Jurnal Agro Ekonomi, 29(1), 1–24.

Kartono. (2010). Penerapan dan persepsi petani tentang inovasi teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi (kasus petani padi di lokasi Prima Tani Kabupaten Serang). Institut Pertanian Bogor.

Muhdiar, M. (2016). Tingkat penerapan agribisnis pada usahatani jagung hibrida di desa Sipatuo kecamatan Patampanua kabupaten Pinrang. Jurnal Galung Tropika, 5(3), 191–202.

Novianto, F. W., & Setyowati, E. (2009). Analisis produksi padi organik di Kabupaten Sragen tahun 2008.

Nurasa, T., & Supriyadi, H. (2016). Program sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) padi: Kinerja dan antisipasi kebijakan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Analisis Kebijakan Pertanian, 10(4), 313–329.

Pramono, H., Fatchiya, A., & Sadono, D. (2017). Kompetensi penyuluh tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian di kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 13(2), 194–209.

Purwadi, A., Purnomo, M. H., Afandi, M., Rizky, R. N., & Tarigan, R. A. E. (2013). Pengembangan dan pelatihan metode on the job training (OJT) [OJT]. Fakutas Teknik Universitas Nengri Medan.

Sugiyono. (2012). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D (17 ed.). Bandung: Alfabeta.

Suharyanto, S. (2015). Efisiensi ekonomi relatif usahatani padi sawah dengan pendekatan fungsi keuntungan pada program sekolah lapang-pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) di Provinsi Bali. Informatika Pertanian, 24(1), 59–66.

Taufik, H. (2015). Studi peningkatan hasil produksi tanaman jagung di Jorong Tanjung Beruang kecamatan Talamau kabupaten Pasaman Barat [PhD Thesis]. STKIP PGRI Sumatera Barat.

Utami, S. N. H., Priyatmojo, A., & Subejo, S. (2016). Penerapan teknologi tepat guna padi sawah spesifik lokasi di Dusun Ponggok, Trimulyo, Jetis, Bantul. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 1(2), 239–254.

Published
2020-03-31
How to Cite
Prihono, P., & Murdani, M. (2020). Analisis sikap petani terhadap pelaksanaan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) dan peningkatan produksi padi . AGROMIX, 11(1), 101-114. https://doi.org/10.35891/agx.v11i1.1925
Section
Articles