Kajian sosial ekonomi pada petani garam di wilayah Madura

Socio-economic studies on salt farmers in the Madura region

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35891/agx.v12i2.2573

Keywords:

Petani Garam Madura, Sosial Ekonomi, Range Score

Abstract

As one of the islands in Indonesia , Madura is one of the salt-producing centers in Indonesia , thus earning the nickname as the Salt Island. Therefore, almost 80% of the population in Madura have a livelihood as salt farmers and including salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. However, the weak adoption power of Madura salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency to the new technology, namely geomembrane, has a very significant socio-economic impact on salt farmers. So the purpose of this study was to examine the socio-economic conditions of Madura salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. Data were collected through primary data (observations and interviews) and secondary data. The data obtained from the results of the study were processed using qualitative analysis (income analysis) and quantitative analysis (range score analysis of BPS welfare indicators in 2015) to ensure the socio-economic conditions of Madura salt farmers in Bunder Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. The results showed that (1) The average monthly income of salt farmers was IDR 1,784,416 per hectare per month (2) The average range score of Madura salt farmers based on the BPS welfare indicators in 2020 was in the poor category.

References

Abdullah, A., Z., & Susandini, A. (2018). Media produksi (geomembrane) dapat meningkatkan kualitas dan harga jual garam (study kasus: ladang garam milik rakyat di wilayah Madura). Eco-Entrepreneurship, 3(2), 21–36.

Arwiyah, Zainuri, M. dan, & Efendy, M. (2015). Studi kandungan NaCl di dalam air baku dan garam yang dihasilkan serta produktivitas lahan garam menggunakan meja garam yang berbeda. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 8(1), 1–9.

Azka, A. B. F., Santriadi, M. T., & Kholis, M. N. (2018). Analisis strategi pengembangan usaha garam fortifikasi kelor di Kabupaten Sampang. Agroindustrial Technology Journal, 02(01), 91–97.

Badan Pusat Statistik. (2015). Indikator kesejahteraan rakyat 2015. Cerebrovascular Diseases, 170–175.

Bramawanto, R., Triwibowo, H., & Abida, R. F. (2019). Pemanfaatan teknologi mikrokontroler untuk pengukuran evaporasi suhu udara dan air pada produksi garam skala laboratorium. Jurnal Kelautan Nasional, 14(2), 155–164.

Donggobolo, D., Woha, K., & Bima, K. (2021). Resiliensi dan adaptasi petani garam akibat perubahan iklim di Desa Donggobolo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 5(1), 604–618.

Fitriah, N., Setyawan S, H., Adi, M. S., & Udiyono, A. (2019). Faktor risiko kejadian dehidrasi pada petani garam di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2(2), 49–54. https://doi.org/10.7454/epidkes.v2i2.1843

Hotimah, K., & Singgih, D. S. (2019). Perwaris budaya kemiskinan dalam kehidupan petani garam (studi pada kelompok petani garam di Desa Lembung , Kec. Galis , Kab. Pamekasan [Desertasi]. Universitas Airlanggal.

Pri Haryatno, D. (2013). Kajian strategi adaptasi budaya petani garam. KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture, 4(2), 191–199. https://doi.org/10.15294/komunitas.v4i2.2414

Rahman, A., Raharja, S., & Kadarisman, D. (2014). Evaluasi kinerja usaha petani garam rakyat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 9(1), 106–118. https://doi.org/10.29244/mikm.9.1.106-118

Ramli, R. (2012). Beberapa faktor sosial ekonomi penyebab tidak tuntasnya penerapan inovasi teknologi oleh petani tanaman pangan di Kalimantan Tengah. Petani dan Pembangunan Pertanian, 1, 86–93.

Sabara, M. R., Safrida, S., & Ismayani, I. (2016). Strategi bertahan hidup (life survival) petani garam di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 1(1), 353–368.

Saragih (2018). Pendapatan petambak dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi garam (Desa Muara Baru, Cilamaya Wetan, Karawang) [Tesis]. Institut Pertanian Bogor.

Zakki, N., & Sayyida, S. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani garam rakyat kawasan pesisir Kalianget. PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi, 6(1), 66-85.

Soekartawi. (2016). Agribisnis: teori dan aplikasinya (Edisi 1). Rajawali Pers.

Soesilowati, E., & Garam, P. (2013). Penguatan industri garam nasional melalui perbaikan teknologi budidaya dan diversifikasi produk. Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi, 11(2), 129–142. https://doi.org/10.15294/sainteknol.v11i2.5572

Susandini, A., & Jannah, M. (2021). Tingkat pendapatan, pola konsumsi, dan pola menabung petani garam dalam personal finance. PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi, 11(1), 11–27. https://doi.org/10.24929/feb.v11i1.1321

Widiarto, S. B., Hubeis, M., & Sumantadinata, K. (2013). Efektivitas program pemberdayaan usaha garam rakyat di Desa Losarang, Indramayu. MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 8(2), 144–154. https://doi.org/10.29244/mikm.8.2.144-154

Winarno. (2018). Kajian tentang garam tradisional dan kondisi sosial, ekonomi, dan demografis petani garam di Desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan (JGEL), 1(2), 99–108.

Xue, Q., Zhang, Q., Li, Z.-Z., & Xiao, K. (2013). The tension and puncture properties of HDPE geomembrane under the corrosion of leachate. Materials, 6(9), 4109–4121. https://doi.org/10.3390/ma6094109

Yaqin, A. (2017). Karakteristik petani dan kelayakan finansial usahatani garam secara tradisional dan teknologi geomembran (studi kasus di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang ). Jurnal Pamator, 10(1), 54–60.

Downloads

Published

29-09-2021

Issue

Section

Articles