Kajian sosial ekonomi pada petani garam di wilayah Madura

Keywords: Petani Garam Madura, Sosial Ekonomi, Range Score

Abstract

Sebagai salah satu pulau di Indonesia, Madura merupakan salah satu sentra penghasil garam di Indonesia sehingga mendapatkan julukan sebagai Pulau Garam. Oleh karena itu hampir 80% penduduk di Madura memiliki mata pencaharian sebagai petani garam dan termasuk di dalamnya petani garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Namun, lemahnya daya adopsi petani garam Madura di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan terhadap teknologi baru yaitu geomembran memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat signifikan terhadap petani garam. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi petani garam Madura di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Data dikumpulkan melalui data primer (obervasi dan wawancara) dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil kajian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif (analisis pendapatan) dan analisis kuantitatif (analisis range score indikator kesejahteraan BPS Tahun 2020) untuk memastikan kondisi sosial ekonomi petani garam Madura di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata pendapatan petani garam per bulannya adalah Rp 1.784.416 per hektar per bulan (2) Rata-rata range score petani garam Madura berdasarkan indikator kesejahteraan BPS tahun 2020 berada dalam kategori kurang.

Author Biography

Kustiawati Ningsih, Universitas Islam Madura

Universitas Islam Madura

References

Arif Abdullah, Z., & Susandini, A. (2018). Media Produksi (Geomembrane) Dapat Meningkatkan Kualitas Dan Harga Jual Garam (Study Kasus : Ladang Garam Milik Rakyat Di Wilayah Madura). Eco-Entrepreneurship, 3(2), 21–36.
Arwiyah, Zainuri, M. dan, & Efendy, M. (2015). Studi Kandungan NaCl di dalam Air Baku dan Garam yang Dihasilkan serta Produktivitas Lahan Garam Menggunakan Meja Garam yang Berbeda. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 8(1), 1–9. Retrieved from http://infestasi.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan/article/view/804
Azka, A. B. F., Santriadi, M. T., & Kholis, M. N. (2018). Analisis Strategy Pengembangan Usaha Garam Fortifikasi Kelor di Kabupaten Sampang. Agroindustrial Technology Journal, 02(01), 91–97.
Badan Pusat Statistik. (2015). Indikator Kesejahteraan Rakyat 2015. Cerebrovascular Diseases, 170–175.
Bramawanto, R., Triwibowo, H., & Abida, R. F. (2019). Pemanfaatan Teknologi Mikrokontroler Untuk Pengukuran Evaporasi Suhu Udara dan Air Pada Produksi Garam Skala Laboratorium. Jurnal Kelautan Nasional, 14(2), 155–164.
Ramli, R. (2012). Beberapa Faktor Sosial Ekonomi Penyebab Tidak Tuntasnya Penerapan Inovasi Teknologi oleh Petani Tanaman Pangan di Kalimantan Tengah. Petani Dan Pembangunan Pertanian, (1), 86–93. Retrieved from http://www.pse.litbang.deptan.go.id
Saragih et all. (2018). Pendapatan Petambak dan Faktor-faktor yang mempengaruhi Produksi Garam (Desa Muara Baru, Cilamaya Wetan, Karawang).pdf. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Soekartawi. (2016). Agribisnis : Teori dan Aplikasinya (Edisi 1). Jakarta: Rajawali Pers.
Soesilowati, E., & Garam, P. (2013). Penguatan Industri Garam Nasional Melalui Perbaikan Teknologi Budidaya Dan Diversifikasi Produk. Sainteknol : Jurnal Sains Dan Teknologi, 11(2), 129–142. https://doi.org/10.15294/sainteknol.v11i2.5572
Widiarto, S. B., Hubeis, M., & Sumantadinata, K. (2013). Efektivitas Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat di Desa Losarang, Indramayu. MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 8(2), 144–154. https://doi.org/10.29244/mikm.8.2.144-154
Xue, Q., Zhang, Q., Li, Z.-Z., & Xiao, K. (2013). The Tension and Puncture Properties of HDPE Geomembrane under the Corrosion of Leachate. Materials, 6(9), 4109–4121. https://doi.org/10.3390/ma6094109
Yaqin, A. (2017). Karakteristik Petani dan Kelayakan Finansial Usahatani Garam Secara Tradisional dan Teknologi Geomembran ( Studi Kasus di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang ). Jurnal Pamator, 10(April), 54–60.
Published
2021-09-29
How to Cite
Ningsih, K. (2021). Kajian sosial ekonomi pada petani garam di wilayah Madura. AGROMIX, 12(2), 65-73. https://doi.org/10.35891/agx.v12i2.2573
Section
Articles