SELF ESTEEM, SOCIAL SUPPORT, DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA

  • Uun Zulfiana

Abstract

Dampak  keterbukaan informasi  dalam  era  globalisasi  baik  melalui  media  cetak  maupun elektronika  menyebabkan  munculnya  permasalahan  pada  kelompok remaja  yang  sangat  beragam, salah satunya adalah perilaku seks pranikah. Peran dukungan keluarga dan teman sebaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek 500 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan Rosenberg self-esteem scale, Social Support Appraisal Scale (SSA), skala seksual pranikah dengan teknik analisa korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p 0,001>0,05 yang artinya dukungan teman sebaya dan keluarga juga memainkan peranan yang sangat penting terhadap remaja yang memiliki harga diri atau self esteem yang baik. Selain itu, hasil analisis menunjukukkan (.002< .005) adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku seksual pada remaja. Hasil lain menunjukkan semakin tinggi harga diri akan semakin rendah perilaku seksual pranikahnya begitupun sebaliknya dengan nilai (.000< .005).

References

Ardiyanti, N. P. (2012). Hubungan Karakteristik Remaja dan Pola Asuh Keluaraga dengan Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa SMA dan SMK di Kecamatan Bogor Barat. Tesis Dipublikasikan. JakartaL Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Azwar, S. 2001. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bos, A.E. R., Sandra, M. & Herman, P. S. (2006). Changing self-esteem in children and adolescents: aroadmap for future interventions. Adolescent Development. Annual Reviews of Psychology. Vol 52. Hal. 83 – 110.

Chairunnisa. D. 2015. Hubungan Antara Harga Diri Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Berpacaran. Naskah Publikasi Universitas Gunadarma.

Feist. 2010. Teori Kepribadian, Edisi Ketujuh.Jakarta:Salemba Humanika.

Ghifari, A. 2003. Remaja Korban Mode. Bandung: Mujahid Press

Hurlock, E. B., 1999, Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi Kelima), Jakarta: Erlangga.

Hockemberry. 2006. Wong’s nursing care of infant and children.St. Loubis:Mosby

Jempormasse, E. A., Hubungan Antara Harga Diri Dan Asertifitas Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Putri SMA Negeri 9 Lempake Samarinda. eJournal Psikologi Fisip Universitas Mulawarman, 3 (3) 634-647.

Larasati P.W. (2012) Meningkatkan Self esteem melalui metode self instruction. Universitas Indonesia.

Martha. Correlation Among Self-Esteem with a tendency hedonist lifestyle of students at Diponegoro University. Jurnal Psikologi.

Oktavia. S. W. 2014. Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Tingkat Self Esteem Pada Penderita Pasca Stroke. JURNAL Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Vol. 3, (2). 110-118.

Rhodes,J., Roffiman, J., Reddy, R. & Fredriksen, K. 2004. Changes in self esteem during the middle school years: a laten growth curve stady of individual and contextual influences. Journal of school psychology. Vol. 42 (1). 243-261.

Sumartono. 2002. Terperangkap dalam Iklan: Mneropong Imbas Pesan Iklan Televisi. Bandung:Alfabeta

Winarsunu, Tulus. 2006. Statistika dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang:UMM Press

Trzesniewski,K.H., Donnellan, M.B., Moffits, T.E., Robins, R. W., Poulton, R.& Caspi, A., 2006. Low self esteem during adolescence predicts poor heatlh, criminal behavior and limited economic prospects during adulthood. Journal of developmental psychology. Vol. 42 (2). 1 – 12.

White, J. & Halliwell, E. 2010. Examination of a sociocultural model of excessive exercise among male and female adolescents. Body Image, Vol. 7 (3). 227-233.

Yulianti, N. 2015. Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa Kelas XI IPS Di SMAN 1 Semin Gunungkidul Yogyakarta. Naskah Publikasi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Published
2017-09-03
Section
Articles