PERBEDAAN RESILIENSI ANTARA REMAJA YANG HIDUP DALAM KELUARGA LENGKAP, KELUARGA SINGLE PARENT, DAN REMAJA YANG HIDUP DI PANTI ASUHAN

  • Wahyu Purwanti
  • Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia

Abstract

The development of teen personality does not always match what is expected. The events that they have experienced can affect their attitudes and personalities. It can be caused by many factors, one of which is the environmental factor, especially the family. In order to deal with any unpleasant event, adolescents need a capability that called resilience. The purpose of this study was to determine whether or not difference in resilience between adolescents who living in complete families, single parent families, and adolescents who living in orphanages. The population in this study were adolescents in Pandaan  and Gading Rejo. This research used quota sampling technique. The result of analysis data that used Anava-1 path is FOA=2,23 with ttab 5%=3.00 indicates that there is no difference of mean resilience adolescents who living in complete family, single parent family, and adolescents who living in orphanages. The hypothesis that there is a difference in resilience between adolescents living in complete families, single parent families, and adolescents who living in orphanages, is rejected.

References

Ahmadi, A.. 2007. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka cipta.

Ali, M. & Asrori, M.. 2011. Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.

Anggreini, R.R.. 2008. Resiliensi Pada Tuna Daksa Pasca Kecelakaan. Skripsi. Depok: Universitas Gunadarma.

Aunillah, F..2012. Resiliensi Remaja Panti Asuhan, http://etd.eprints.ums.ac.id, diakses pada 3 Juli 2012

Azwar, S. 1996. Tes Prestasi, Edisi ke 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, S. 1997. Realibilitas dan Validitas, Edisi ke 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Djudiyah & Yuniardi, S.. 2010. Model Pengembangan Konsep Diri Dan Daya Resiliensi Melalui Support Group Therapy: Upaya Meminimalkan Trauma Psikis Remaja Dari Keluarga Single Parent. Malang: Universitas Muhammadiyah.

Esaningtyas, D.R.. 2010. Gambaran Resiliensi Pada Remaja Yang Tinggal Di Panti Asuhan. Jakarta: Unika Atma Jaya.

Gerungan. (2004). Psikologi sosial. Bandung: Erisko.

Hurlocks, E. B. 2007. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Kartika, D. A. 2011. Resiliensi Pada Single Mother Pasca Perceraian. Yogyakarta: Universitas Gunadarma.

Kartono. 1992. Psikologi Keluarga. Jakarta: Raja Garfindo Persada.

Kelly, E.F.. 2008. Diktat Tidak Diterbitkan. Pasuruan: Universitas Yudharta.

Monks, dkk. 2006. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Muda, A.A. K. 2006. Kamus lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Reality Publisher.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. 1994. Penyelenggaraan Pembangunan Sejahtera. Bab I, Pasal I, Ayat 2.

Poerwadarminta, W. J. S. 1999. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Puji R., A.. 2012. Perbedaan Tingkat Resiliensi Pada Remaja di SMA Dr. Musta’in Romly Payaman. Malang: UIN MALIKI.

Santrock, J.W.. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Sujarwo. 2008. Modul Pengembangan Resiliensi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Yuyun Afifah, Y.. 2006. Hubungan antara keharmonisan keluarga dengan resiliensi para remaja. Malang: Fakultas Psikologi UMM.

Published
2017-09-03
Section
Articles