Studi Korelasi: Dukungan Rekan Kerja terhadap Work Family Conflict pada Perempuan Bali yang Bekerja

  • Luh Putu Ratih Andhini Program Studi Psikologi, Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora Universitas Bali Internasional
  • A.A.I Tasya Dewinasurya Program Studi Psikologi, Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora Universitas Bali Internasional
  • Charlie Pascal Jordan Diliano Tulle Program Studi Psikologi, Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora Universitas Bali Internasional
  • Ni Ketut Martina Sri Murti Yeni Program Studi Psikologi, Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora Universitas Bali Internasional
Keywords: Dukungan Rekan Kerja, Perempuan Bali, Work Family Conflict

Abstract

Perempuan Bali yang bekerja memiliki tiga peran yaitu peran di keluarga, pekerjaan, dan adat-keagaaman. Ketika ada acara adat-keagamaan di banjar perempuan Bali harus meminta ijin di kantor, sehingga ia meninggalkan pekerjaannya. Hal ini akan menjadi work family conflict saat tidak mendapatkan dukungan sosial dari rekan kerja yang menggantikan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui korelasi dukungan rekan kerja terhadap work family conflict pada perempuan Bali yang bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pada 64 perempuan Bali yang bekerja. Peneliti menggunakan skala work family conflict (WFC) yang diadaptasi dari Artiawati (2004) terdapat 12 pernyataan. Skala dukungan rekan kerja digunakan dalam penelitian ini Angket ini dibuat oleh Antani & Ayman (2003), kemudian ditambahkan 1 butir oleh tim Project 3535 milik Artiawati (2012) jumlah terdapat 5 pernyataan. Hasil yang didapatkan terdapat korelasi yang negatif antara dukungan rekan kerja terhadap work family conflict (p = 0.008 < 0.05; Beta = - 0.331; t = -2.764). Dukungan rekan kerja memberikan sumbangsih sebesar 11% terhadap work family conflict dan memiliki korelasi yang tergolong rendah (R = 0.331, R square = 0.110, F = 7.638).

References

Andhini, L.P.R., & Artiawati. (2018). Correlation between work family conflict self-efficacy, supervisor support and spouse support with work family enrichment on female worker in tourism sector. The ASEAN Regional Union Psychological Society (ARUPS) Congress 6th,533-539.

Antani, A., & Ayman, R. (2003). Gender, social support and the experience of work-family conflict. Paper Presented at European Academy of Management.

Artiawati. (2004). Work family conflict in asian cultural context: the case of Indonesia, makalah dipresentasikan sebagai bagian dari simposium Project 3535 pada International Conference Society for Industrial and Organizational Psychology, Chicago, USA.

Artiawati. (2012). Konflik kerja-keluarga pada jurnalis di Jawa dan Bali (model konflik kerja-keluarga dengan ideologi peran gender, beban peran berlebih, dukungan sosial, dan kepribadian sebagai anteseden; rasa bersalah dan kesejahteraan psikologis sebagai konsekuensi). Disertasi tidak diterbitkan. Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Carlson, D.S., & Kacmar, K.M. (2000). Work family conflict in the organization do life role values make a difference ?. Journal of management, (26)5,1031-1054.

Hasanah, S,F., & Ni’matuzahroh. (2017). Work family conflict pada single parent. Jurnal Muara Ilmu Sosial,Humaniora dan Seni, (1)2,381-398.

Indriani, D., & Sugiasih, I. (2016). Dukungan sosial dan konflik peran ganda terhadap kesejahteraan psikologis karyawati Pt . Sc Enterprises Semarang. Jurnal Proyeksi, 11(1), 46–54.

Komalasari, Y. (2017). Nilai tambah wanita karier Bali sebagai sosok pelestari budaya. Prosiding Seminar Nasional AIMI.

Kusumaningrum, L. B. R. (2018). Hubungan keyakinan diri mengelola konflik kerja-keluarga, dukungan rekan kerja, dan dukungan pasangan dengan pengayaan kerja-keluarga. Calyptra, 7(1), 2206–2223.

Larasati, Y. (2015). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan konflik peran ganda pada wanita bekerja. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nugraha, P., & Kustanti, E. R. (2018). Hubungan antara dukungan sosial suami dengan konflik peran ganda pada perawat wanita. Jurnal Empati, 7(2), 410–417.

Rahayuningsih, Di. L. (2019). “Triple roles” perempuan Bali pada era modernisasi. https://www.balipost.com/news/2019/04/24/73755/Triple-Roles-Perempuan-Bali-pada...html

Soeharto, T. N. E. . (2010). Konflik pekerjaan‐keluarga dengan kepuasan kerja metaanalisis. Psikologi, 37(1), 189–194.

Ulfah, M. A. (2019). Pengaruh kepuasan kerja dan dukungan sosial terhadap konflik peran ganda (pada karyawati di kantor dinas pekerjaan umum provinsi Kalimantan Timur). Psikoborneo, 7(1), 37–46.

Widayani, N. M. D., & Hartati, S. (2014). Kesetaraan dan keadilan gender dalam pandangan perempuan Bali: studi fenomenologis terhadap penulis perempuan Bali. Jurnal Psikologi Undip, 13(2), 149–162.

Widjojo, D. S. (2018). Hubungan keyakinan diri mengelola konflik kerja-keluarga, dukungan rekan kerja, dan dukungan keluarga besar dengan pengayaan kerja-keluarga. Calyptra, 7(1), 2224–2242.

Published
2021-09-08
Section
Articles