Hubungan Imaginary Audience dan Personal Fable Terhadap Kecenderungan Cyberbullying Remaja
DOI:
https://doi.org/10.35891/jip.v10i2.3781Keywords:
imaginary audience, kecenderungan cyberbullying, personal fableAbstract
Perkembangani mediai sosiali yangi semakini pesati dikalangani remaja dapati dimanfaatkani sebagailalati komunikasil yangi mudahi digunakanl dani diakses, membawai treni barui dalami masyarakati sebagail mediai untuki melakukani penindasani secarai onlinel ataui yangi dikenali dengani cyberbullying. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Keluang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 131 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara imaginary audience dan personal fable terhadap kecenderungan cyberbullying remaja SMP Negeri 4 Keluang yang ditunjukkan oleh nilai R=0,800 dan p<0,01, dengan nilai Adjust R Square sebesar 0,634 (63,4%). Secara terpisah imaginary audience memiliki hubungan positif dan memiliki pengaruh dengan nilai korelasi (r)=0,406 dan memiliki sumbangan efektif sebesar 0,158. Variabel personal fable secara terpisah memiliki hubungan positif dan memiliki pengaruh dengan nilai korelasi (r)=0,683 dan memiliki sumbangan efektif sebesar 0,463.
References
Alberts, A., Elkind, D., & Ginsberg, S. (2007). The Personal Fable and Risk Taking in Early Adolescence. Journal of Youth and Adolescence.
Akbulut, Y. dan Eristi, B. (2011). Cyberbullying and victimisation among turkish university students. Australasian Journal of Educational Technology, 27 (7), 1155-1170. https://doi.org/10.14742/ajet.910.
Bulu, Y., Maemunah, N., & Sulasmini, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja awal. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(1).
Cetin, B., Yaman, E., & Peker, A. (2011). Cyber victim and bullying scale: A study of validity and reliability. Computers & Education, 57(4), 2261-2271. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2011.06.014
Cingel, D. P., Krcmar, M., & Olsen, M. K.(2015). Exploring predictors and consequences of personal fable ideation on Facebook. Computers in Human Behavior, 48, 28-35. doi: 10.1016/j.chb.2015.01.01
Elkind, D. (1967). Egocentrism in Adolescence. Child development, 1025-1034.
Evangelia, P. G. (2012). The imaginary audience and the personal fable. Published Online:Http:// Www.Scirp.Org/Journal/Psych, 10-13.
Farikhah, L. (2021). Pengaruh kecerdasan emosi dan online disinhibition effect terhadap perilaku cyberbullying pada mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2017 & 2018 UIN Malang. Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Golledge., & R. Greene. (1996). Wayfinding Behaviour : Cognitif Mapping and Other spatial process. Baltimore : Johns Hopkins University Press
Kostiuk, L, M., & Gregory G, T. (2002). Understanding of emotions and emotion regulation in adolescent females with conduct problems: A qualitative analysis. The Qualitative Report, 7(1), 1-15.
Lapsley, D. K., Rice, K. G., & Shadid, G. E. (1989). Psychological separation and adjustment to college. Journal of Counseling Psychology, 36(3), 286-294. https://doi.org/10.1037/0022-0167.36.3.286
Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga : Penanaman Nilai Dan Penanganan Konflik Dalam Keluarga (Edisi Pertama). Jakarta: Kharisma Putra Utama
Ramadhani., & Herny R. (2014). Peranan Lima Besar Kepribadian terhadap Kecenderungan Buli pada Remaja. Ecopsy, Vol. 1, No. 3.
Rizky Fitransyah, R., & Waliyanti, E. (2018). Perilaku Cyberbullying Dengan Media Instagram Pada Remaja Di Yogyakarta. Indonesia Journal Of Nursing Practice, 2(1). https://doi.org/10.18196/ijnp.2177
Santrock, J. W. (2011). Life - span development: Perkembangan masa hidup. Edisi ketigabelas jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Safaria, T., Tentama, F., & Suyono, H. (2016). Cyberbullying, Cybervictim and Forgiveness among Indonesian High School Students. The Turkish Online Journal of Educational Technology.
Salma Muthia, A. (2019). Imaginary Audience, Personal Fable, dan Perilaku Agresi Remaja. Jurnal Psikologi Insight, Vol. 3, No. 2.
Suharni. (2017). Pemahaman Tentang Remaja Dan Permasalahannya. G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling. I (2), 168-179.
Sejati, S. (2019). Implikasi Egosentris Dan Spiritual Remaja Dalam Mencapai Perkembangan Identitas Diri. Jurnal Ilmiah Syi'ar, 19(1), 103-126. http://dx.doi.org/10.29300/syr.v19i1.2269
Syena, I., Hernawaty, T., Setyawati, A. (2019). Gambaran Cyberbullying Pada Siswa Di SMA X Kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 7(2), 88-96.
Tania, R. (2009). Hubungan Persepsi Terhadap Peran Ayah dengan Harga Diri Remaja. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi, Universitas Sumatra Utara, Medan
Tokunaga, R. S. (2010). Following you home from school: A critical review and synthesis of research on cyberbullying victimization. Computers in Human Behavior, 26(3), 277–287.
Yulandari, S. (2008). Hubungan Antara Egosentrisme dan Kecenderungan Mencari Sensasi Dengan Perilaku Agresi Pada Remaja (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yunita, R. (2021). Perundungan Maya (Cyberbullying) Pada Remaja Awal. Muhafadzah, 1 (2). 93-110
Downloads
Published
Issue
Section
License
The author sends the manuscript with the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article belongs to the author and retains publishing rights without restriction.
Copyright includes the non-exclusive right to reproduce and submit articles in all forms and media, including reprints, photographs, microfilm, and other similar reproductions, as well as translations. Reproduction of any part of this journal, its storage in the database, and its transmission by all forms of media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopying, recording, magnetic media, etc.




