Integritas Akademik Siswa ditinjau dari Religiositas, Dukungan Guru dan Teman Sebaya

Authors

  • Laurensius Laka STP-IPI Malang
  • Alfonsus Krismiyanto STP-IPI Malang

DOI:

https://doi.org/10.35891/jip.v11i1.4715

Keywords:

dukungan guru, dukungan teman sebaya, integritas akademik, religiositas

Abstract

Di era teknologi informasi yang sudah demikian maju, integritas akademik kini semakin diuji. Siswa menjadi lebih mudah mendapatkan nilai tinggi, namun sulit dipastikan apakah nilai yang tinggi itu mencerminkan tanggung jawabnya sebagai siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis integritas akademik siswa ditinjau dari religiositas, dukungan guru dan teman sebaya. Populasi penelitian ini adalah siswa SMAK Frateran Malang dan teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varians, yaitu Partial Least Squares (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan ketiga variabel prediktor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap integritas akademik siswa, dibuktikan nilai Pr > F = 0,000 < α (α = 0,05). Demikian pula secara parsial, masing-masing variabel juga menunjukkan nilai t-statistic yang lebih besar dari 1,96 (nilai t-statistics religiositas = 2,788; dukungan guru = 2,496; dan dukungan teman sebaya = 8,081), yang berarti semua variabel prediktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap integritas akademik.

References

Ancok, J. (2011). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (Eds). Metode Penelitian Survai. Edisi revisi. Jakarta: LP3ES.

Arifah, W., Setiyani, R., dan Arief, S. (2018). Pengaruh prokrastinasi, tekanan akademik, religiusitas, locus of control terhadap perilaku ketidakjujuran akademik mahasiswa pendidikan akuntansi Unnes. Economic Education Analysis Journal. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj.

Bandura, A. (2001a). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52, pp.1-26.

Bandura, A. (2001b). Social cognitive theory of mass communication. Theoretical integration and research synthesis essay. Media psychology, 3, pp.265-299.

Bandura, A. (2002). Social cognitive theory in cultural context. Applied Psychology: An International Review, 51(2), pp.269–290.

Clark, Shelby dan Soutter, Madora, “A Broad Character Education Aproach for Adressing America’s Cheating Culture†in Journalof Character Education Issue, volume 12, nomor 2, 2016

Herlyana, M.V., Sujana, E., dan Prayudi, M.A. (2017). Pengaruh religiusitas dan spiritualitas terhadap kecurangan akademik mahasiswa (studi empiris pada mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja). e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1. Vol:8 No.2.

Hsieh, P., Cho, Y., Liu, M., & Schallert, D.L. (2008). Examining the Interplay between middle school students’ achievement goals and self-efficacy in a technology- enhanced learning environment. American Secondary Educat-ion, 36(3), pp.33- 50.

Hurlock, E.B. (2004). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Edisi Kelima. Alih Bahasa Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Jogiyanto, H.M. (2011). Konsep dan aplikasi structural equation modeling: Berbasis varian dalam penelitian bisnis. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN.

Laka, L. (2023). Metodologi Penelitian dengan Pendekatan Kuantitatif. Jilid-2. Yogyakarta: Deepublish.

Latan, H., & Ghozali, I. (2012b). Partial least squares: Konsep, teknik dan aplikasi menggunakan program SmartPLS 2.0 M3. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Latan, H., & Ghozali, I. (2013). Partial least squares: Konsep aplikasi path mo-deling menggunakan program XLSTAT-PLS.Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ramdani, Z. & Prakoso, B.H. (2019). Integritas Akademik: Prediktor Kesejahteraan Siswa di Sekolah. Indonesian Journal of Educational Assessment - Vol. 2 No.1 (pp.29-40)

Razek, N. (2014). Academic integrity: a saudi student perspective. Proquest, 18(1), 143–154

Santrock, J.W. (2010). A topical approach to life-span development. Fifth Edition. McGraw-Hill Companies.

Schiller, P., & Bryant, T. (2002). 16 moral dasar bagi anak: Disertai kegiatan yang bisa dilakukan orangtua bersama anak. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sugiyono (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Szabo, A., & Underwood, J. (2004). Cybercheats information and communication technology fuelling academic dishonesty. Active Learning in Higher Eduaction, 5(2), 180-199. https://doi.org/10.1177/1469787404043815

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pen- didikan Nasional. Diambil dari http://www.inherent-dikti.net/files/sisdik nas.pdf.

Wang, M., & Eccles, J.S. (2012). Social support matters: Longitudinal effects of social support on three dimensions of school engagement from middle to high school. Child Development, 83(3), pp.877–895.

Widyana, A. (2022). Analisis pengaruh fraud diamond, integritas, dan religiusitas terhadap perilaku kecurangan akademik (Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Perguruan Tinggi Islam di Kota Semarang). http://repository. unissula.ac.id/27418/

Yamin, S., & Kurniawan, H. (2011). Generasi baru mengolah data penelitian dengan Partial Least Square Path Modeling: Aplikasi dengan software XLSTAT, SmartPLS, dan VisualPLS. Jakarta: Salemba Infotek.

Downloads

Published

2024-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Integritas Akademik Siswa ditinjau dari Religiositas, Dukungan Guru dan Teman Sebaya. (2024). Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 11(1), 27-40. https://doi.org/10.35891/jip.v11i1.4715