Harga Diri, Kecerdasan Emosional dan Pemaafan pada Emerging Adulthood yang Mengalami Putus Cinta

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35891/jip.v12i1.5640

Keywords:

emerging adulthood, harga diri, kecerdasan emosional, pemaafan, putus cinta

Abstract

Putus cinta umumnya berdampak negatif, yaitu merasa sedih, tidak berharga, marah hingga muncul keinginan bunuh diri. Pemaafan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melepaskan emosi negatif akibat putus cinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga diri, kecerdasan emosional, dan pemaafan pada emerging adulthood yang mengalami putus cinta. Partisipan penelitian ini sebanyak 330 individu berusia 18 dan 25 tahun yang mengalami putus cinta. Pengambilan data menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale, Emotional Intelligence Scale, dan Heartland Forgiveness Scale. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi berganda.  Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara harga diri, kecerdasan emosional, dan pemaafan pada emerging adulthood yang mengalami putus cinta. Dalam hal ini kemampuan untuk menilai dan bersikap secara tepat, didukung dengan pengendalian diri dan emosi yang baik memungkinkan individu mampu menghadapi situasi yang ada dan menentukan strategi koping yang tepat, apakah dirinya akan memaafkan atau tidak ketika dirinya mengalami putus cinta.

 

References

Arnett, J. J. (2000). Emerging Adulthood: A Theory of Development from The Late Teens Through The Twenties. The American psychologist, 55(5), 469-480.

Astuti, W. & Marettih, A.K.E. (2018). Apakah Pemaafan Berkorelasi dengan Psychological Well-Beingpada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan? Jurnal Ilmu Perilaku, 2(1), 41-53.

Branden, N. (2005). Kekuatan Harga diri (The Power of Self Esteem) (Alih Bahasa: Anne Natanael). Batam: Interaksara

Christy, L., Rhamaniya, A. A. A. T., Purwoko, K. A., Gunawan, A. B. (2025). Menganalisis Interpretasi Putus Cinta Mahasiswa Marketing Communication BINUS LE51 melalui percakapan di WhatsApp. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 6 (1), 388-397. https://doi.org/10.35870/jimik.v6i1.1171

Fitriasri, A., Hadjam, M. N. R. (2018). Subjective well-being Ditinjau dari Forgiveness dan Proactive Coping pada Ibu Tunggal Karena Perceraian yang Bekerja Sebagai PNS. Jurnal Spirits, 9(1), 24-39. https://doi.org/10.30738/spirits.v9i1.6341

Goleman, D. (2006). Emotional Intelligence: Mengapa EI Lebih Penting Daripada IQ (T. Hermaya, Penerjemah. Gramedia Pustaka Utama

Harisma, Baiq Fifiani. (2022). Konseling Sebaya: Sebuah Penanganan Masalah Psikologis Remaja Putus Cinta. Al-Ihtiram: Multidiscipinary Journal of Counseling and Social Research, 1(2), 81-92. https://doi.org/10.59027/alihtiram.v1i2.250

Iqbal, M. (2011). Hubungan antara Self Esteem dengan Religiusitas terhadap Resiliensi pada Remaja di Yayasan Himmata. (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).

Izzati, S. (2019). Hubungan antara Harga Diri dengan Resiliensi pada Remaja yang Orangtuanya Bercerai. (Skripsi Sarjana, Universitas Surabaya).

Kato, T. (2016). Effects of partner forgiveness on romantic break-ups in dating relationships: A longitudinal study. Personality and Individual Differences, 95, 185-189. https://doi.org/10.1016/j.paid.2016.02.050

Puspitawati, M.W. (2002). Hubungan antara lamanya belajar menari dengan kecerdasan emosional remaja putri. (Skripsi Sarjana, Universitas Surabaya).

Pramudianti, R. (2020). Kebahagiaan pada Remaja Wanita yang Berulang-ulang Putus Cinta. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 337-346. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.22447

Rumondor, P. C. B. (2013). Gambaran Proses Putus Cinta pada Wanita Dewasa Muda di Jakarta: Sebuah Studi Kasus. Humaniora, 4(1), 28-36. https://doi.org/10.21512/humaniora.v4i1.3415

Salma, Nun. (2023). Hubungan antara Emotional Intelligence dan Forgiveness pada yang Mengalami Kekerasan Dalam Berpacaran. (Skripsi Sarjana, Universitas Muhammadiyah Malang.

https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2222/1/SKRIPSI.pdf

Septeria, D. (2012) Hubungan antara harga diri (self esteem) dengan memaafkan (forgiveness) pada remaja putri di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang. (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Sherman, A. R. (2015, August 17). Characteristics of High and Low Self-Esteem. Diambil kembali dari Psych Skills: https://psychskills.com/characteristics-of-high-and-low-self-esteem/

Solomon, D. & Theiss, J. (2013). Interpersonal Communication: Putting Theory into Practice. Routledge.

Tacasily, Y. O. M., & Soetjiningsih, C. H. (2021). The Correlation Between Forgiveness and Psychological Well-Being of College Students Who Have Experiences a Breakup. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha,12(2), 259-267. https://doi.org/10.23887/jibk.v12i2.34199

Worthington, E. L., Jr., & Wade, N. G. (1999). The psychology of unforgiveness and forgiveness and implications for clinical practice. Journal of Social and Clinical Psychology, 18(4), 385–418. https://doi.org/10.1521/jscp.1999.18.4.385

Downloads

Published

2025-03-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Harga Diri, Kecerdasan Emosional dan Pemaafan pada Emerging Adulthood yang Mengalami Putus Cinta. (2025). Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 12(1), 37-48. https://doi.org/10.35891/jip.v12i1.5640