PENGARUH PROPORSI GULA DAN PEKTIN PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY CARICA (Carica Pubescens L.)

  • M. Nuzul Minggi Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Muh. Aniar Hari Swasono
  • Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan
Keywords: proporsi pektin, gula, permen jelly carica

Abstract

Buah  Carica pubescens  memiliki beberapa perbedaan ciri dibanding dengan  Carica papaya yaitu  buah  beraroma  khas,  ukuran  lebih  kecil,  daging  buah  lebih  tipis  dengan  warna  kuning  sedikit  jingga  dan  rasanya  masam.  Sehingga  perlu  adanya  inovasi  pengolahan  carica  yait u  permen jelly carica yang merupakan permen dari ekstrak buah carica dengan tambahan proporsi  pektin  dan  gula.  Metode  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  faktoria l  yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 proporsi pektin (P) terdiri dari 2 lev el yaitu 40gr dan 60gr.  Faktor  2  proporsi  gula  (G)  terdiri  dari  3  level  yaitu  0gr,  20gr  dan  50gr  sehi ngga  terdapat  6  kombinasi perlakuan yang masing masing diulang 2 kali. hasil analisa indeks efektif itas terdapat  pada perlakuan P2G2 (Proporsi pektin 60 gr dan gula 20 gr) yaitu kadar air dengan  nilai 65,06  %, total gula dengan nilai 7,74 %, vitamin C dengan nilai 11,50 mg/100g, rasa dengan nilai  3,55  (netral),  aroma  dengan nilai 3,25 (netral), warna dengan  nilai 3,60 (netral) dan  tekstur dengan  nilai 3,50 netral. Analisis data menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 1% dan 5 %,  apabila  ditemukan  pengaruh  terhadap  salah  satu  variabel  maka  dilanjutkan  dengan  uji  BN T  (5%).  Pengamatan  yang  dilakukan  meliputi  uji  fisikokimiawi  yaitu  kadar  air  de ngan  metode  gravimetri,  total  gula  dengan  metode  Spektrofotometri  UV-Vis,  vitamin  C  deng an  metode  Iodimetri Titrasi dan uji organoleptik yaitu rasa, aroma, warna dan tekstur.   

-

References

Afriani, Suryono dan Lukman Haris. (2011). Karakteristik Dadih Susu Sapi Hasil Fermentasi Beberapa Starter Bakteri Asam Laktat Yang Diisolasi Dari Dadih Asal Kabupaten Kerinci. Jurnal Agrinak, 1(1).

Afriani, Suryono dan Lukman Haris. (2011). Karakteristik Dadih Susu Sapi Hasil Fermentasi Beberapa Starter Bakteri Asam Laktat Yang Diisolasi Dari Dadih Asal Kabupaten Kerinci. Jurnal Agrinak 1 (1).

Almahbub, A.S., (2017). Pengaruh Proporsi Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii Bl) Terhadap Aktivitas Antioksidan “Wedang Semanis”., Skripsi., Fakultas Pertanian., Universitas Yudharta.,

Davey, M. W, Kenis, K., & Keulemans, J. (2006). Genetic Control of Fruit Vitamin C Contents. Plant Physiology 142: 343–351.

Eskin N.A.M, Henderson H.M, Townseed R.L. (1971). Biokhemistry of Food. Academic Press, New York.

Geleta, G.S & Bekele, D.A. (2015). Iodometric Determination of the Ascorbic Acid (Vitamin C) content of some Fruits consumed in Jimma Town Community in Ethiopia. Research Journal of Chemical Sciences, 5(1): 60-63

Handbook Spectrofotometry. (2017). www.gelifesciences.com, 19 April 2017.

Jacob, Robert A. (2005). Vitamin C. In : Modern Nutrition in Health and Disease 1. Ten edition. A. Waverly Company. Lea & Febiger. Philadelphia.

Khopkar, S. M. (1990). Konsep dasar kimia analitik. Jakarta: UI Press.

Lumbessy,Mirna. Dkk. (2013). Uji total Flavonoid pada beberapa tanaman obat tradisional diwaitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Timur. Jurnal MIPA UNSRAT., 2 (1): :50-55

Malik, I., (2010). Permen Jelly. https://iwanmalik.wordpress.com/2010/04/22/permen-jelly/ [diakses : 18 Maret 2018].

Minarno, Eko Budi. (2015). Skrining Fitokimia dan Kandungan Total Flavanoid pada Buah Carica pubescens Lenne & K. Koch di Kawasan Bromo, Cangar, dan Dataran Tinggi Dieng. El-Hayah Vol. 5 (2) : 73-83.

Nasoetion, A. H. & Karyadi, D. (1987). Vitamin. PT. Gramedia. Jakarta

Neswati. (2013). Karakteristik Permen Jelly Pepaya (Carica Papaya L.) dengan Penambahan Gelatin Sapi. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas. Padang.

Padayatty, S.J., Katz, A., Wang, Y., Eck, P., Kwon, O., Lee, J.H., Chen, S., Corpe, C., Dutta, A., Dutta, S.K., FACN., & Levine, Mark. (2003). Vitamin C as an Antioxidant: Evaluation of Its Role in Disease Prevention. Journal of the American College of Nutrition 1 (22):18–35.

Pancoast, H.M dan W. Ray. Junk. (1980). Hand Book of Sugars. Second edition. The AVI Publishing Company Inc. Westport, Connecticut.

Pratama, S. B., Wijana, S., & Febrianto, A. (2013). Studi Pembuatan Sirup Tamarillo (Kajian Perbandingan Buah Dan Konsentrasi Gula). Jurnal Industria, 1(3).

Salamah, E., Erungan, A. C., & Retnowati, Y. (2006). Pemanfaatan Gracilaria sp. dalam pembuatan permen jelly.

Suanto,T dan Saneto, B. (1994). Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. PT Bina Ilmu. Surabaya.

Winarno, F.G. dan S. Laksmi. (1984). Pigmen dalam Pengolahan Pangan, Dept. THP. Fatemeta IPB, Bogor.

Published
2019-05-21
How to Cite
Minggi, M. N., Swasono, M. A. H., & M. Nuzul. (2019). PENGARUH PROPORSI GULA DAN PEKTIN PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY CARICA (Carica Pubescens L.). TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 9(2), 105-113. Retrieved from https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/Teknologi-Pangan/article/view/1189
Section
Artikel