IMPLEMENTASI PERDA MADIN PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

  • Khoirul Anwar Moch Nasir

Abstract

Salah satu yang terus ada di tengah dunia pesantren tersebut dan mengalami fase pengembangan adalah madrasah diniyah. Pendidikan keagamaan yang dilakukan melalui madrasah diniyah merupakan suatu tradisi khas pesantren yang terus akan dilakukan, sebab inti lembaga pesantren justru ada di sini. Ibaratnya adalah “jantung hati” pesantren. Pesantren tanpa madrasah diniyah tentu bukan pesantren dalam hakikat pesantren. Pendidikan diniyah dalam banyak hal dilakukan oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

References

Ali, Maksum, 2011, Pluralisme dan multikulturalisme paradigma baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia, Malang: Aditya dan Media Publishing.

Al-Qordawi, Y. 2000.Islam Abad 21. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar.

Azra.A, 26 Agustus 2010.Pendidikan Agama Multikultural, (online) (dari copyright Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. di akses 26 Agustus 2010).

Baidhawy, Z. 2005. Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Jakarta: Erlangga.

Bukhori & Muslim.Shaheh BukhariMuslim , Hadist 519 tentang kematian.

Daradjat, Z. dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

El-Ma’hady, M. 27 Mei 2010.Artikel Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural.(Online).(http://www.pendidikan Network.co. id, diakses 27 Mei 2010).

Fadjar, M. 1998.Visi Pembaharuan Pendidikan Islam. Jakarta Pusat: Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penyusunan Naskah Indonesia (LP3NI).

Published
2018-09-23
How to Cite
Moch Nasir, Khoirul Anwar. “IMPLEMENTASI PERDA MADIN PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL”. Journal Multicultural of Islamic Education 1, no. 2 (September 23, 2018). Accessed May 18, 2021. https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/ims/article/view/1181.
Section
Artikel