POTRET MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA

  • Afandi Munif

Abstract

Negara Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara yang masih memiliki banyak kekurangan untuk menjadi negara maju. Namun, dibalik kekurangan yang dimiliki oleh negara Indonesia, Indonesia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh negara lain dimana ciri tersebut melambangkan sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang luar biasa tersebut adalah budaya yang ada di Indonesia. Budaya Indonesia adalah budaya yang memiliki keunikan dan keberagaman yang sering disebut dengan Multikultural. Sebenarnya, multikulturalisme itu adalah sebuah acuan timbulnya masalah yang besar. Mengapa demikian?  Kita tahu dengan banyaknya kebudayaan di Indonesia maka negara Indonesia belum tentu bisa menyatukan semua kebudayaan tersebut dengan baik dan menjamin setiap kebudayaan menjalin hubungan yang baik antara budaya yang satu dengan budaya yang lainnya. Bisa saja, ada konflik antara budaya yang satu dengan budaya yang lain dikarenakan beberapa hal. Contohnya kita lihat konflik poso konflik yang terjadi karena perbedaan budaya dari segi agama. Konflik tersebut penyebabnya adalah perbedaan kebudayaan dan ideologi masyarakatnya. Masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama pun masih bisa terjadi konflik. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut agar negara Indonesia dengan multikulturalismenya bisa disatukan tanpa adanya konflik antar individu, antar golongan atau kelompok, antar etnis dan antar kebudayaan? Melihat kondisi tersebut, negara Indonesia memiliki prinsip yang dapat mempersatukan setiap kebudayaan yang ada di Indonesia. Prinsip tersebut adalah“Bhineka Tunggal Ika”. Apa itu Bhineka Tunggal Ika ? Bhineka Tunggal Ika adalah walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Maka keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia bisa disatukan dan bisa menghindari konflik antar kebudayaan. Tidak hanya itu saja, Indonesia memiliki prinsip “Bersatu kita Teguh, Bercerai kita Runtuh”. Prinsip tersebut adalah prinsip yang sangat fatal. Dalam artian, bersatu kita teguh berarti apapun masalah yang dihadapi, apapun yang menghalangi, kalau kita bersatu, bersama-sama maju, dan bergotong royong untuk menyelesaikan suatu masalah, maka masalah tersebut akan bisa diatasi dengan mudah dan dengan bersatu, kita menjadi teguh. Sedangkan bercerai kita runtuh, kalau kita menghadapi sesuatu sendirian, tanpa bantuan orang lain, maka masalah tersebut akan sulit untuk diselesaikan. Maka dari itulah, manusia disebut makhluk sosial. Makhluk yang hidup bersama dan saling berhubungan satu sama lain.

Author Biography

Afandi Munif

Universitas Yudharta Pasuruan

References

Azra, A. (2007). Identitas dan Krisis Budaya, Membangun Multikulturalisme Indonesia.dalam www. kongresbud. budpar. go. id/azyumardiazra. htm.hal.23

Cahyo.Santoso.R.Rachmad.http://www.kompasiana.com/rachmadcs/masih-adakah-persatuan-dan-kesatuan.04/05/2017

https://abdulaziz96.wordpress.com/pengertian-kebudayaan.04/05/2017

http://khairulazharsaragih.blogspot.co.id/2013/01/masyarakat-multikultural-di-indonesia.html

Ketut, S. (2007). Apresiasi Estetika Dan Etnis Multikultur Di Indonesia: Mencegah Disharmoni, Menjaga Kebertahanan NKRI. Mudra (Jurnal Seni Budaya),

Suparlan, P. (2001). Kesetaraan Warga dan Hak Budaya Komuniti dalam Masyarakat Majemuk Indonesia.Antropologi Indonesia, 66.

Susanto, A. S. (1983). Pengantar sosiologi dan perubahan sosial.Binacipta.

Syam, N. (2009). Tantangan multikulturalisme Indonesia: Dari radikalisme menuju kebangsaan. Kanisius.

Published
2018-10-17
How to Cite
Munif, Afandi. “POTRET MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA”. Multicultural Islamic Education 2, no. 1 (October 17, 2018). Accessed May 24, 2019. https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/ims/article/view/1219.
Section
Artikel