MENGUCAPKAN SALAM KEPADA NON MUSLIM DALAM PERSPEKTIF ISLAM

  • M. Dayat Universitas Yudharta Pasuruan
  • Achmad Yusuf Universitas Yudharta Pasuruan
Keywords: Salam, Non Muslim, Perspektif Islam

Abstract

Islam adalah ajaran yang secara konsisten mengajarkan tentang pentingnya arti sebuah perdamaian dan kedamaian. Untuk mewujudkan sifat saling berdamai ini, maka dibutuhkan satu hubungan praktis yang dapat mempertemukan semua manusia pada kondisi tenang dan damai, sehingga perkataan salam menjadi sebuah ucapan doa sekiranya manusia dianugerahkan keterhindaran dari segala bencana dan mara bahaya yang dapat menimpanya. Dalam perpsektif Islam tentang salam kepada non Muslim dijelaskan dalam surat an-Nisa’ ayat 86 dan 94 serta dalam surat al-Mujadalah ayat 8, dan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Mengenai hukum mengucapkan salam dan menjawab kepada non Muslim ada perbedaan pendapat di kalangan ulama’. Ibn ‘Abbas, Abu Umamah, Ibn Wahab, Ibn Abi Syaibah membolehkan memulai memberi salam kepada non Muslim, sedangkan madzhab al-Shafi’i, Imam Malik, Imam Nawawi tidak membolehkannya. Namun mengucapkan salam kepada non Muslim yang berada di tempat pertemuan bersama orang-orang Muslim, hukumnya boleh. Sedangkan menjawab salam, madzhab al-Shafi’i, Imam Nawawi, Ibn Qayyim, dan ulama yang lain mewajibkan menjawab salam dari non Muslim, sedangkan Imam Malik dan Abdullah bin Abbas tidak mewajibkannya.

References

An Nawawi, Imam Abi Zakariya, Al Majmu’Syarah Al Muhadzab, Juz IV (Bairut: Dar Al Kutub Al Ilmiyah: 2017.

Asqalani (al), Ibn Hajar. Fath al-Baari Sharah: Ṣahih Bukhari, Juz 30, Penerjemah: Amiruddin, Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.

Bukhari (al-), al-Jami’ al Shahih, Kairo: al-Maktabah al-Salafiyah, 1400 H.

CD Mausu'ah al-Hadith al-Sharif, Shahih Muslim, Kitab: al-Salam, Bab: Larangan memulai salam kepada Ahl al-Kitab dan cara menjawab salamnya, No. Hadis: 4030.

Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet. I, Jakarta: Balai Pustaka, 1998.

Hamka, Tafsir al-Azhar, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 2000.

Humaidan (al-), ‘Asham bin ‘Abd. al-Muhsin, al-Shahih min Asbab al-Nuzul, (Beirut: Muassisah al-Rayyan, 1420 H - 1999 M.

Jacob Tom, Syalom, Salam, Selamat: Beberapa Refleksi Kritis mengenai Soteriologi, Yogyakarta: Kanisius, 2007.

MubarakFuriy (al-), Imam al-Hafiẓ Abi al-‘Ula Muhammad ‘Abdurrahman Ibn ‘Abdurrahim, Tuhfat al-Ahwadhi bi Sharh Jāmi„ al-Tirmidhi, Beirut: Daar al-Kutb al-‘Alamiyah, 1410 H-1990 M).

Nawawi (al-), Sharah al-Nawawi ‘ala Muslim, ( CD al-Maktabah al-Syamilah, Global Islamic Software, 1991-1997.

Qardhawi Yusuf, Fiqh al-Jihad: Dirasah Muqaranah li Aḥkamihi wa Falsafah fi Dha’u al-Quran wa al-Unnah, penerjemah: Irfan Maulana Hakim, dkk Bandung: Mizan Pustaka, 2010.

Qayyim Ibn, Ahkamu Ahl al-Dhimmah, CD al-Maktabah al-Syamilah, Global Islamic Software, 1991-1997.

Qurthubi (al-), Syaikh Imam, Tafsir al-Qurthubi, Juz 18. Penerjemah; Dudi Rasyadi, dkk. (Jakarta: Pustaka Azzam, 2009), 165.

Rifai Ahmad, Konsep al-Quran tentang al-Salām, TESIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2005.

Shabuni(al-), Muhammad Ali, Shafwah al- Tafasir, Beirut: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1402 H/1981 M.

ShalehQamaruddin dkk, Ayat-ayat Larangan dan Perintah dalam al-Qur’an, Bandung: Diponegoro, 2008.

Shihab Muhammad Quraish, Menyingkap Tabir Ilahi: Asma al-Husna dalam Perspektif al-Quran, (Jakarta: Lentera Hati, 2001.

Suyuti(al-), Jalaluddin Abi Abd. Arrahman, Lubab al-Nuqul fi Asbabn Nuzul, Beirut: Muassisah al-Kutub al-Tsiqafiyah, 1422 H/2002 M.

Tim penulis Paramadina, Fiqih Lintas Agama: Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis, (Jakarta: Paramadina, 2004.

Tirmidzi (al-), al-Jami’ al-Kabir, Jilid V, ttp: Dar al-Gharb al-Islami, 1996.

Zakariya Abu al-Husain Ahmad Ibn Faris Ibn, Mu’jam Maqayis al-Lughah, jilid 3, Cairo: Maktab Ibn Mandhur, Lisan al-‘Arab, Beirut: Dar al-Fikr.

Zuhayli (al-), Wahbah, al-Tafsir al-Munir, Beirut: Dar al-Qur’an al-Karim, 1991.

Published
2019-08-31
Section
Artikel