TAFSIR BI AL RA'YI

  • Ahmad Zainuddin Ahmad Zainuddin

Abstract

Seorang mufassir bi al-ra’yi harus menguasai berbagai ilmu yang menjadi perangkat dan alat untuk menafsirkan al-Qur’a>n. Dalam menafsirkan, seorang mufassir harus memulai penafsirannya dengan mencari makna kata ataupun ayat dari al-Qur’a>n itu sendiri, apabila ia tidak menemukan maka bisa dicari dalam Hadi>th, karena Hadi>th adalah interpreter al-Qur’a>n, dan apabila tidak ditemukan, maka bisa dicari dari ucapan para sahabat, karena mereka orang yang faham betul terhadap kondisi sosial ketika al-Qur’a>n turun, disamping karena mereka adalah saksi sejarah penurunan al-Qur’an.

References

Al-Dhahabi, Muhammad Husayn, al-Tafsi>r wa al-Mufassiru>n, vol. I, Kairo: Maktabah Wahbah: 2003.

Al-Sijista>ni, Abu> Da>wud, Sunan Abi> Da>wud, vol: X Da>r Ihya>’ al-Tura>th al-‘Arabi, tt.

Al-Suyu>t}i, Jala>l al-Di>n, al-Itqa>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, vol. IV Kairo: Maktabah Da>r Ih}ya>’ al-Tura>th, tt.

Al-Turmudhi, Abu> ‘I, Sunan al-Turmudhi, vol: VIII Bairut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyah,1994.

Al-Zarqa>ni, Muhammd Abdul Adzi>m, Mana>hil al-‘Irfa>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, vol. II , Kairo: al-Maktabah al-Taufi>>qiyah, tt.

Abdurrahma>n Khali>fah, Ibra>hi>m, Dira>sa>t fi> Mana>hij Mufassiri>n, Kairo.tt.

Ibnu Manz}u>r, Lisa>n al-Arab, vol.IV, Kairo: Da>r al-Hadi>th, 2003

Majma’ al-Lughah al-Arabiyah, Al-Mu’jam Al-Wasi>t, Kairo : Dar al-Shuru>q al-Dauliyah, 2005.

Muhammad Rashi>d Rid}a, Tafsi>r al-Mana>r, vol. 1, Bairut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1999.

Published
2017-01-27
Section
Artikel