URGENSI IDENTIFIKASI HADITH: UPAYA MEMURNIKAN HADITH DARI PEMALSUAN

  • Rif’iyatul Fahimah

Abstract

Fenomena hadith palsu sangat meresahkan umat Islam, karena dengan keberadaannya, kemurnian hadith Rasulullah menjadi ternodai. Hadith palsu sejatinya telah muncul sejak lama dengan faktor pemicu seperti kepentingan politik, tujuan ekonomi dan fanatik madhhab atau golongan. Oleh karena keberadaannya yang membahayakan eksistensi agama Islam dan juga dapat merusak umat Islam, maka para ulama’ muhaddithin merasa perlu untuk meneliti lebih jauh tentang hadith dan membuat kaidah-kaidah dalam penerimaan suatu hadith. Tulisan ini memaparkan upaya ulama dalam memurnikan hadith Rasulullah dari segala bentuk pemalsuan, dengan cara mengidentifikasi setiap hadith yang bersifat z}anniy al-wuru>d dan yang dirasa tidak relevan apabila disandarkan kepada Rasulullah. Dengan melakukan penelitian dan analisa secara cermat, serta mengunakan kaidah-kaidah tertentu, para ulama’ mampu mengidentifikasi hadith dan memberikan penilaian terhadap hadith tersebut. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penulis memaparkan data-data terkait definisi hadith palsu, faktor pemicu, metode identifikasi hadith dan beberapa hal lain yang terikat dengan pembahasan. Dengan tulisan ini, penulis berharap umat Islam bisa lebih berhati-hati ketika menerima hadith, serta melakukan identifikasi terlebih dahulu agar terhindar dari hadith palsu.

References

Adhabiy (al), S}ala>h{uddi>n Ibn Ah{mad. Metodologi Kritik Matan Hadits. Terj. H. M. Qorin Nur, Ahmad Musyafiq. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2004.

‘A>miry (al), Ah{mad ibn ‘Abd al-Kari>m al-Gha>zy.> Al-Jad al-H{athi>th fi> Baya>n ma> laisa bi H{{adi>th. Beirut: Da>r Ibn H}azm, 1997.

Asqalani (al), Ibnu Hajar. Lisan al-Mizan, Juz V. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

Asy'ariy (al), Abu al-H}asan Aliy bin Isma>'i>l. Maqa>lah al-Isla>miyyi>n wa Ikhtila>f al-Mus{all>in. Kairo: Maktabah al-Nahd{ah al-Mishriyah, 1950.

Ba>niy (al), M. Nas{ruddi>n. Silsilah al-Ah{adi>th al-D{a'i>fah dan Maud{u>'ah Wa Atharuha al-Sayyi' fi al-Ummah, Juz I. Riyadh: Maktabah al-Ma'arif, 1988.

Baqa>’i, ‘Aliy Na>yf. Al-Manhaj al-H{adi>th fi> Tashi>l ‘Ulu>m al-H{adi>th. Beirut: Da>r al-Basha>’ir al-Isla>miyyah. 2009.

Departemen Agama RI. al-Quran dan Terjemahnnya. Surabaya; CV. Karya Utama, 2005.

Isma’il, Syuhudi. Hadis Rasulullah menurut pembela, pengingkar, dan pemalsunya. Jakarta: Gema Insani Press, 1995.

_____________. Metodologi Penelitian Hadis Rasulullah. Jakarta: Bulan Bintang. 1992

Jauziy (al)>, Abu> al-Faraj Abd al-Rah{ma>n. Al-Maud}u>’a>t min al-Ah{a>di>th al-Marfu>’a>h. Riyad}: Ad}wa’ al-Salaf, 1997.

Jauziy (al), Ibnu. Al-Maud}u>'a>t, Juz II. Beirut: Da>r al-Kitab al-Ilmiyah, t.th.

Kana>niy (al), Abu al-H}asan 'Aliy bin Muh{ammad bin 'Araq. Tanzi>h al-Shari>'ah al-Marfu>'ah 'an al-Ah{adi>th al-S}a>ni'ah al-Maud{u'ah, Juz. I. ttp.: t. th.

Kathi>r, Ibnu. al-Bida>yah wa al-Niha>yah. Terj. Abu Ihsan al-Atsari. Jakarta: Darul Haq, 2006.

Kha>t{ib (al), Muh{ammad Ajja>j. Us}u>l al-H{adi>th; Ulu>muhu wa Mus}t}alah}uhu. Beirut: Da>r al Fikr, 1987.

_______________. Al-Hadith Qabla al-Tadwi>n. Mesir: Maktabah Wahbah, 1963.

Sha>t}ibi (al). Al-Muwa>faqa>t fi> us}u>l al Shari>'ah. Mesir: al-Maktabah al Tija>riyah al Kubra. t.th.

Sulaiman, M. Nor. Antologi Ilmu Hadis. Jakarta: Gaung Persada Press, 2008.

T}ah{h{a>n (al), Mah}mu>d. ‘Ilm Musht{alah} al-H{adi>th. Kairo: Da>r al Quba>’, 2001.

_________________. Taisi>r Must}alah} al H{adi>th. Riyadh: al-Ma’a>rif, 2004.

Published
2018-04-04
Section
Artikel