MENUJU ERA BARU WAKAF TUNAI (Sebagai Inovasi Finansial Islam dalam Mensejahterakan Umat)

  • Sukamto MEI

Abstract

Tulisan ini berusaha memaparkan wacana baru terkait dengan reinpretasi makna wakaf sebagai instrumen financial Islam. Selama ini wakaf hanya dipahami sebagai ibadah mahdah. Pada hal jika ditelaah lebih lanjut wakaf dalam terma fiqh memiliki dua makna khas yang semula kontradiktif. Wakaf tidak akan valid sebagai amal jariyah kecuali setelah benar-benar pemiliknya menyatakan aset yang diwakafkan menjadi aset publik dan ia bekukan haknya untuk kemaslahatan umat. Dan wakaf tidak akan beramal jariyah (amal yang senantiasa mengalir pahala dan manfaatnya) sampai benar-benar didayagunakan secara produktif sehingga berkembang atau bermanfaat tanpa menggerus habis aset pokok wakaf. Oleh karena itu sangat relevan, terlepas dari perdebatan fiqih, bolehkah wakaf dengan dana tunai (cash) dan bukan harta tetap, bahwa gagasan sertifikat wakaf tunai dengan pola sertifikasi sebagai bukti ‘share holder’ proyek wakaf guna pengawasan dan wasiat pemanfaatan dari investasi dan pengelolaannya secara produktif.

Subtansi wacana wakaf tunai  sebagai model inovasi finansial Islam adalah merupakan upaya mewujudkan kesejahteraan sosial melalui keadilan distribusi pendapatan dan kekayaan. Wakat tunai sangat relevan memberikan model mutual fund melalui mobilisasi dana abadi dari umat yang digarap melalui tantangan profesionalisme yang amanah dalam mengatasi kecemasan krisis investasi sebagai upaya untuk menggairahkan dan merangsang pertumbuhan ekonomi umat. Ia sangat strategis menciptakan lahan pekerjaan dan mengurangi pengangguran dalam aktivitas produksi yang sesuai dengan kaidah syariah dan kemaslahatan umat. Hal ini dapat dibuktikan oleh beberapa lembaga wakaf tunai yang telah beroperasi di Indonesia  seperti, Tabungan Wakaf Indonesia (TWI), Lembaga Wakaf Baitul Maal Muamalat, Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa (YWBNB), Rumah Wakaf Indonesia (RWI), dan Global Wakaf Act. 

Author Biography

Sukamto MEI
DOSEN EKONOMI SYARIAH UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

References

Al-Asqalani, Ahmad bin Ali Bin Hajar, Fathu Bari bi Syarh Shahih Bukhary. Juz 5 Beirut: Dar Kutub al-Salafiyah, 1960.

Al-Asyhar, Ahmad Djunaidi dan Thobieb, Menuju Era Wakaf Produktif Sebuah UpayaProgresif Untuk Kesejahteraan Umat. Jakarta: Mitra Abadi Press, 2006.

Anshari, Abdul Ghafur, Hukum dan Praktek Perwakafan Di Indonesia; Yogyakarta: Pilar Media, 2005.

Antonio, Muhammad Syafi’I, Cahs Waqf dan Anggaran Pendidikan Umat, Yogyakarta: Seminar Wakaf Tunai UII 2003.

Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Perkembangan Pengelolaan Wakaf di Indonesia, Jakarta: Departemen Agama RI, 2006.

Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Perkembangan Pengelolaan Wakaf di Indonesia. Jakarta: Departemen Agama RI, 2007.

Doa, Djamal, Membangun Ekonomi Umat Melalui Pengelolaan Zakat Harta. Jakarta: Nuansa Madani, 2002.

Kahf, Monzer, Financing The Development of Awqaf Properti. Kualalumpur: IRTI, 1998.

Manan, M. Abdul, Sertifikat Wakaf Tunai Sebuah Inovasi Instrumen Keuangan Islam Jakarta: CIBER, 2006.

Mohammad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam, Zakat dan Wakaf. Jakarta: UI Press, 2012.

Muzarie, Muhklisin, Hukum Perwakafan dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Implikasi Wakaf di Pondok Modern Gontor. Jakarta: Kementerian Agama, 2010.

Omer, A., The Experience of The Management of Awqaf in Egyp. Kairo: Tatarstan, 2004), 23

Raghib, Al-Sarjani, Rawa’I al-Auqaf fi al-hadharah al-Islamiyah. Mesir; Dar Misr, 2010.

Republik Indonesia, Undang-undang No. 41 tahun 2004 Tentang Wakaf.

Rozalinda, Managemen Wakaf Produktif. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015.

Sari, Elsi Kartika, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf. Jakarta: Grasindo, 2006.

Tim Depag, Perkembangan Pengelolahan Wakaf di Indonesia, (Jakarta: Depag RI, 2003),

Tim Depag, Panduan Pemberdayaan tanah wakaf Produktif Strategis Di Indonesia. Jakarta: Depag RI, 2003.

Zahrah, Muhammad Abu, Muhadharah Fi Waqfi. Beirut: Dar Fikr, 1990.

Zuhayly,Wahbah, al-Fiqh Islamy wa Adilatuhu. Beirut: Dar Fikir, 1997.

Published
2018-06-05
Section
Artikel