##plugins.themes.hsrTheme.article.main##

Erna Atiwi Jaya Esti
Yekti Sri Rahayu

Abstract

Minimnya pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki kaum dhuafa binaan panti asuhan, menimbulkan permasalahan kurangnya kemandirian kaum dhuafa dari segi perekonomian. Untuk meminimalisir permasalahan ini, program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kaum dhuafa melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan industri skala rumahan. Metode pelaksanaan program meliputi pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan pembuatan bumbu dalam kemasan yang bernilai jual. Hasil pelatihan dan pendampingan pembuatan bumbu dalam kemasan diantaranya adalah produk empat macam bumbu dalam botol kemasan yaitu bumbu rawon, empal, sambal merah dan sambal ijo. Sementara hasil pelatihan kewirausahaan dan perencanaan bisnis terlaksana dalam beberapa kegiatan meliputi motivasi berwirausaha, pembuatan catatan kegiatan usaha, pembuatan bisnis plan, serta penghitungan keuntungan dan kerugian dalam usaha. Pelaksanaan program dapat terlaksana dengan baik karena adanya pendampingan intensif dan jalinan kerjasama antara pihak panti asuhan sebagai mitra 1 dengan pihak mitra 2 dalam menampung  dan memasarkan hasil industri skala rumahan binaan panti asuhan Mawaddah Warohmah.

Keywords: empowerment, mix seasoning, packaging, home industry

References

Alma, B. (2000). Kewiraushaan. Panduan Perkuliahan. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Irrubai, M. L. (2015). STRATEGI LABELING , PACKAGING DAN MARKETING PRODUK HASIL INDUSTRI RUMAH TANGGA. Society. Jurnal Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi, xiii, 15–30.
Lutfiansyah, D. Y. (2009). Pendidikan kecakapan Hidup (Life Skills) dalam pemberdayaan perempuan kepala keluarga (PEKKA) untuk peningkatan pendapatan dan kemandirian berwirausaha. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 4(2), 10. Retrieved from https://ejournal.upi.edu/index.php/pls/article/view/1213
Muntikah, & Razak, M. (2017). Bahan Ajar Gizi. Ilmu Teknologi Pangan (Edisi Tahu). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan. Sumber Daya Kesehatan.
Rodiawan, Wijianti, E. S., & Rosa, F. (2018). Integrasi Peningkatan efektifitas produksi kelompok usaha catering dan toko sayuran masak di Pangkalpinang. Integrasi Halal Science and Technology Dalam Penelitian Dan Pengabdian Untuk Peradaban Bangsa, 209–212. pekanbaru: Universitas Abdurrab.
Soejono, F., Kurniawan, I., Sunarni, T., Pratama, Y. D., Bendi, R. K. J., Pitoyo, U. D. A., … Wiguna, V. C. G. P. (2019). Pentingnya P-IRT dan Identifikasi kandungan air di Panti Asuhan Santa Maria Pasang Surut. Jurnal Terapan Abdimas, 4(2), 160–165.
Sucipta;, I. N., Suriasih, K., & Kencana, P. K. D. (2017). Pengemasan Pangan. Kajian pengemasan yang aman, nyaman, efektif dan efisien. Denpasar, Bali: Udayana University Press.
Sukmawati, K. P., Ninuk, T., & Hartini, S. (2017). Penggunaan Standar Bumbu Masakan Lauk Hewani dan Nabati di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Jurnal Nutrisia, 19(2), 131–139.
Wayansari, L., Anwar, I. Z., & Amri, Z. (2018). Bahan Ajar Gizi. Manajemen sistem penyelenggaraan makanan institusi (Tahun 2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan. Sumber Daya Kesehatan.