Strengthening Local Cultural Identity Abroad: Pitepangan and Tembang Dolanan as Educational Media at the Indonesian Community Centre Muar, Malaysia

Main Article Content

Authors

Anis Ismawati
Lasmi
Sinta Fitri Novia
Sulaf Muhammad Arifuro’is
Umi Cholwatun
Revina Yuliani
Octo Dendy Andriyanto
Keywords:
local culture, Javanese language, educational media

Abstract

Text size

The Javanese Language and Literature Education Study Program at Universitas Negeri Surabaya contributes to the Kampus Merdeka humanitarian project, which aims to preserve and promote Javanese culture to the younger migrant workers by utilizing engaging and relevant educational media. This activity aims to strengthen their identity as descendants of Indonesians, particularly through the Javanese language. In the pitepangan (greetings) lesson, students were encouraged to learn how to introduce themselves in Javanese. In the tembang dolanan (traditional children's songs) session, they were taught to sing three traditional songs: Menthok-Menthok, Lesung Jumenglung, and Gundhul-Gundhul Pacul. The learning activities used the Empowerment-Based Collaboration (EBC) method, emphasizing active collaboration among all involved parties. The steps of the method included initial observation, demonstration, discussion, practice, and documentation. The activity results showed a 75% increase in students' ability to introduce themselves in Javanese, and 82% of the students were able to sing tembang dolanan in Javanese. Overall, the understanding of local culture increased by 78%, accompanied by high enthusiasm throughout the learning process. Through the use of pitepangan and tembang dolanan as educational media, the learning model became more varied, enabling students to absorb the material more effectively.

Article Details

References

Alfiana, H. N., & Najicha, F. U. (2022). Krisis identitas nasional sebagai tantangan generasi muda di era globalisasi. Jurnal Pendidikan, 9(1), 45–52. https://doi.org/10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p45-52

Chriswuri, G. (2019). Analisis Terhadap Minat Kerja TKI Purna di Indonesia. Universitas Brawijaya.

Dewi, T. P., Purwadi, P., & Mudzanatun, M. (2019). Analisis Nilai Karakter Religius dan Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Tembang Dolanan Lir-ilir dan Sluku-Sluku Bathok. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 8(1), 44–49. https://doi.org/10.20961/semar.v8i1.18044

Dhalu, M. A., & Santosa, S. (2020). Nilai Budi Pekerti Melalui Tembang Dolanan Anak. Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya, 16(30), 125–132. https://doi.org/10.36456/bp.vol16.no30.a2709

Djumadi, D., Sulistyanto, H., Narimo, S., Prayitno, H. J., Suleha, S., Rosita, E., Fitriyani, N., & Shohenuddin, S. (2023). Penguatan literasi budaya Indonesia pada siswa Sanggar Belajar Sentul Kuala Lumpur dengan permainan tradisional. Buletin KKN Pendidikan, 5(2), 180–190. https://doi.org/10.23917/bkkndik.v5i2.23177

Handayani, T., & Hangestiningsih, E. (2018). Implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan penggunaan bahasa jawa siswa di SD Karangmulyo Yogyakarta. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 4(3), 259013. https://doi.org/10.30738/trihayu.v4i3.2610

Hartanto, E. D., Cahyono, H., Mahardhani, A. J., & Chaniago, Z. (2023). Pelatihan Tari Reyog Ponorogo Sebagai Bagian Penting Dalam Pengenalan Budaya Indonesia Pada Anak Pekerja Migran Indonesia Di Malaysia. Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 36–40. https://doi.org/10.56248/zadama.v2i1.50

Heriwati, S. H. (2007). Tembang Dolanan Anak-anak. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 5(1). https://doi.org/10.33153/glr.v5i1.1247

Kholidah, N. R. J. (2019). Eksistensi Budaya Lokal Sebagai Penguat Nasionalisme. Prosiding SNP2M (Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat) UNIM, 168–174.

Koentjaraningrat. (1985). Pengantar ilmu antropologi. Aksara Baru.

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.

Latifah, A., & Wathon, A. (2021). Upaya Guru Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Cinta Tanah Air Berbasis Kearifan Lokal Bahasa Jawa Pada Anak Usia Dini. Sistim Informasi Manajemen, 4(1), 75–95.

Miranti, D., Astutik, A. F., & Rahmawati, N. P. (2024). Membangun Semangat Belajar dan Nasionalisme dengan Memperkenalkan Budaya Indonesia di Sanggar Bimbingan Kuala Langat. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 483–490. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v9i3.6580

Novitasari, E. S., Arisyanto, P., & Huda, C. (2022). Penanaman Nilai Karakter Melalui Tembang Dolanan Anak di SD Negeri Sendangmulyo 02 Semarang. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 4523–4531. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.8976

Rachmadyanti, P. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar Melalui Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3(2), 201. https://doi.org/10.30870/jpsd.v3i2.2140

Retnoningsih, D. A. (2019). Pembentukan Sikap Tata Krama Siswa Sekolah Dasar Melalui Revitalisasi Pembiasaan Tembang Dolanan. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(2), 61–70. https://doi.org/10.31000/lgrm.v8i2.1790

Sari (2020).pdf. (n.d.).

Sugiyo, T. (2018). Revitalisasi Tembang Dolanan Jawa untuk Memperkuat Pendidikan Karakter. Academia Edu, 1–29.

Supeni, S. (2015). Strategi Pengembangan Model Pembelajaran Melalui Tembang Dolanan Jawa Sebagai Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar Bumi 2 No 205 Laweyan di Surakarta. Eksplorasi, 28(1), 68–84.

Suprayogi, A. (2018). Fenomena Lagu Dolanan “Gundul-Gundul Pacul†dalam Pendidikan Karakter Anak dan Ranah Sosial. Jurnal Imaji, 16(2), 109–117.

Veronika, P., Setiawan, B., & Wardani, N. E. (2017). Implementasi Pembelajaran Bahasa Jawa (Materi Tembang Dolanan) Berbasis Pendidikan Karakter Religius Dalam Kurikulum 2013. El Harakah, 19(1), 53. https://doi.org/10.18860/el.v19i1.3929

Wibowo, A. (2013). endidikan Karakter Berbasis Sastra: Internalisasi Nilai- Nilai Karakter Melalui Pengajaran Sastra. Pustaka Pelajar.

Winarti, D. (2010). Lirik Lagu Dolanan sebagai Salah Satu Bentuk Komunikasi Berbahasa Jawa: Analisis Fungsi. Widyaparwa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 38(1), 1–12.