REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
DOI:
https://doi.org/10.35891/heritage.v6i1.1565Keywords:
Facebook, strategi komunikasi bisnis, dan citra.Abstract
Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di riset adalah â€Rudy Habibieâ€. Alasan periset menganalisis Rudy Habibie adalah karena film ini mengangkat kisah nyata yang diadopsi dari kehidupan presiden ke-3 Indonesia yakni Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie. Film Rudy Habibie masuk nominasi film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2016. Dalam jangka waktu satu bulan lebih film Rudy Habibie menggenapkan perolehan jumlah penontonnnya di angka dua juta.Film Rudy Habibie menggambarkan seorang yang inspiratif dan memiliki jiwa nasionalis.Periset sengaja mengambil tema nasionalisme karena semangat dan cintanya generasi muda yang mulai luntur pada bangsanya.
Representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotik sebagai pendekatannya. Semiotika Charles Sanders Pierce yang digunakan oleh periset adalah modeltriangle meaning yang terdiri atas: Sign, Object, dan Interpretant. Periset akan memilih potongan adegan dalam film Rudy Habibie yang merepresentasikan tentang nasionalisme dengan menggunakan analisis triangle meaning. Riset representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menghasilkan: 1) Repesentasi nasionalisme Rudy Habibie ditunjukkan dengan cara dan keinginan yang kuat untuk memperjuangkan Indonesia setelah kembali dari studinya dalam bidang industri dirgantara; 2) Representasi nasionalisme yang kedua diinterpretasikan dengan rancangan akan kebutuhan potensi sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh Indonesia dalam bidang industri dirgantara, perikanan, pertanian dan maritim; 3) Representasi nasionalisme Rudy Habibie yang ketiga diinterpretasikan dengan falsafah dari orang tuanya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa Indonesia; 4) Representasi nasionalisme yang keempat diinterpretasikan dengan puisi Habibie tentang sumpah terhadap ibu pertiwi untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita bangsa Indonesia.
References
Anderson, Benedict. (1996). Imagined Communities. London and New York: Verso, Seventh Impression.
Dewi, Murti Candra. (2013). Representasi Pakaian Muslimah dalam Iklan (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada Iklan Kosmetik Wardah di Tabloid Nova). Jurnal Komunikasi Profetik Vol. 06 No. 02
Fiske, John. (2010). Cultural and Communication studies: sebuah pengantar paling komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.
Hall, Stuart. (2003). Representasi: Cultural Representasi and Signifying Practices. London: Sage Publication.
Hendrastomo, Grendi. (2007). Nasionalisme VS Globalisasi “Hilangnya Semangat Kebangsaan dalam Peradaban Modernâ€. Dimensia Vol.1. No.1
Kriyantono, Rachmat.(2010). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Kusumawardani, Anggraeni & Faturochman. (2004). Nasionalisme. Buletin Psikologi Tahun XII. No. 2
Littlejohn, Stephen & Foss, Karen. (2012).Teori Komunikasi (Theories of Human Communication). Jakarta: Salemba Humanika.
Murod, Abdul Choliq. (2011). Nasionalisme dalam Perspektif Islam. Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol. XVI No. 2
Utariah, Nanda. Representasi Citra Laki-laki Budaya Sunda (Studi Analisis Semiotik Charles Sander Pierce dalam Sinetron Preman Pensiun). Jurnal Sosiologi Vol.17 No. 2
Sobur, Alex. (2013). Semiotika Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Vera, Nawiroh. (2015) Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia
Widisuseno, Iriyanto. (2010). Nasionalisme & Tantangannya di Indonesia (Menyoal Nasionalisme di Indonesia). Jurnal Istiwa Vol 16. No.2
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors send the manuscript with the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article belongs to the authors and retains publishing rights without restriction









