KISAH-KISAH GALAU DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tematis tentang Galau dan Penanganannya)

  • Nyoko Adi Kuswoyo Universitas Yudharta Pasuruan
  • Khoirun Ni’am Universitas Yudharta Pasuruan
Keywords: Kisah Galau dalam Al-Qur’an

Abstract

Umat manusia pada umumnya dan khususnya kaum muslim pasti pernah merasakan galau dalam kehidupanya baik itu secara teologis ataupun sosiologis. Sehingga sangatlah penting bagi penulis untuk membahasnya dalam skripsi ini, yakni dengan menganalisis kisah-kisah yang mengandung kegalauan dalam al-Qur’an.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Sedangkan metode yang digunakan adalah metode tematik (tafsir Maudhu’iy) yang bersifat deskriptif-analitis, yaitu memaparkan, menjelaskan, menyajikan data sesuai temuan, serta menganalisisnya. Dalam hal ini penulis menganalisis kisah-kisah Galau dalam al-Qur’an untuk ditemukan sebab-sebab kegalauan dan solusi yang diberikan al-Qur’an untuk mengatasinya.

Kondisi galau itu hanya dikaruniakan Allah Swt kepada manusia saja, tidak kepada makhluk lain. Sebabnya ialah karena manusia memiliki sifat yang berbeda-beda disamping itu manusia dianugrahi akal untuk berfikir supaya jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Keadaan galau akan selalu hadir dalam diri manusia karena itulah kuatkanlah dan selalu teguh, sabar dan tawakkal tatkala ada  musibah. Hatinya tabah dalam menghadapi setiap permasalahan, tidak berubah pendirian. Dengan hati yang besar, tidak gelisah dan tidak sedih. Dan sudah menjadi Sunnatullah bahwa setiap manusia dalam kehidupannya akan selalu menghadapi berbagai macam persoalan, karena itu sudah merupakan kepastian Allah Swt, dengan ini Al-Qur’an mengajarkan janganlah kalian bersedih hati. Tetaplah berpegang teguh pada al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah Swt.

References

Abduh, Muhammad. 1367 H. Tafsir al-Manar. Vol. VII. Mesir: Dar al-Manar.

Al-Farmawi, Abdul Hayy. 1997. Al-Bidayah Fi Al-Tafsir Al-Maudhu’i. Mesir: Dirasat Manhajiyyah Maudhu‟iyyah.

Al-Jawi, Muhammadbin Umar Nawawi. 2011. Marakh Labid li Kasyfi Ma’na al-Qur’an al-Majid. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Qattan,Manna’ .2000. Mabahith fi‘Ulum al-Qur’an.Maktabah Wahbah.

Al-Qorni, ‘Aidh. 2006. La Tahzan. Riyadh: Maktabah Obekan.

Amanah, Siti. 2016. Kesedihan dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Sebab dan Solusi Kesedihan dalam ayat-ayat Al-Qur’an). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga.

Baidan, Nashiruddin. 2002. Metode Penafsiran Al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

------------------------. 2012. Metodologi Penafsiran Al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

------------------------. 2016. Wawasan Baru Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hakim, M. Baqir. 2006. Ulumul Quran, terj. Nashirul Haq. Jakarta: Al-Huda.

Kathir, Ibnu. 1991. Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Beirut: Dar Al-Jiil.

--------------.2012. Qoshash Al-Qur’an. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.

Khalid, Abdul. 2007. Sejarah Perkembangan Kitab Tafsir. Surabaya: IAIN Sunan Ampel.

Musbikin, Imam. 2014. Mutiara Al-Qur’an. Madiun: Jaya Star Nine.

Mustaqim, Abdul. 2015. Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir. Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta.

Najati, Muhammad Utsman. 2005. Psikologi dalam Al-Qur’an, terj. M. Zaka al-Farisi. Bandung: Pustaka Setia.

Nata, Abudin, 1997. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Logos.

Partanto, Pius A. 2001. Kamus Ilmiah. Surabaya: Arkola.

Rahardjo, M. Dawam. 1996. Ensiklopedi Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Rajab, Khairun Nas. dkk. 2016. Rekonstruksi Psikoterapi Islam. Pekanbaru: Cahaya Firdaus.

Shihab, M. Quraish. 2010. Al-Qur’an dan Maknanya. Tanggerang: Lentera Hati.

----------------------. 2013. Kaidah Tafsir. Tanggerang: Lentera Hati.

----------------------. 2011. Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW. Tanggerang:Lentera Hati.

----------------------. 2009. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.

----------------------. 2014. Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan,

W.A. Gerungan. 2002. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Published
2019-08-31
Section
Artikel