Strategi Pengelolaan Cash Waqf dalam Ekonomi Islam untuk Kesejahteraan Sosial

  • Muhammad Nur Hadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Abdul Bashith Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: strategy, Cash waqf, social welfare, strategi, wakaf tunai, kesejahteraan Sosial

Abstract

Cash waqf has enormous potential for empowerment and poverty alleviation of the people, but cash waqf has not been widely socialized by management institutions and is still foreign among Muslims, one of the triggering factors is that the Muslim community is more familiar with the terms zakat, infaq, and shadaqah compared to cash waqf. this is a challenge for Islamic economists to formulate the best strategy in socializing to the public as well as strategies in finding loopholes to implement cash waqf, there are three strategies that can be done in utilizing cash waqf, first, through the development of cash waqf in the form of a productive business, second, cash waqf from waqf profits, third, waqf from state-owned company reserves. With this strategy, it is hoped that it will be carried out with sharia principles so that its useful value can be used for the benefit of the community in alleviating poverty and being able to realize educational and religious institutions that are needed for social and humanitarian interests.

_____________________________________________________________________________

Wakaf uang memiliki potensi yang sangat besar untuk pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan umat, namun wakaf tunai belum banyak disosialisasikan oleh lembaga pengelola dan masih asing dikalangan umat Islam, salah satu faktor pemicunya adalah masyarakat muslim lebih mengenal istilah zakat, infaq, dan shadaqah dibandingkan dengan wakaf tunai. Hal ini menjadi tantangan bagi para ekonom Islam untuk merumuskan strategi terbaik dalam mensosialisasikan kepada masyarakat serta strategi dalam mencari celah untuk melaksanakan wakaf uang, ada tiga strategi yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan wakaf uang, pertama, melalui pengembangan wakaf tunai berupa usaha produktif, kedua, wakaf tunai dari hasil wakaf, ketiga, wakaf dari cadangan perusahaan milik negara. Dengan strategi ini diharapkan dilaksanakan dengan prinsip syariah sehingga nilai manfaatnya dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan dan mampu mewujudkan lembaga pendidikan dan keagamaan yang dibutuhkan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan.

References

A. Zamakhsyari; Rifqi Qowiyul Iman 2018, “Nazir Wakaf Profesional, Standarisasi dan Problematika”, Li Falah: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam.

Abu Su’ud, Risalah fi Jawazi Waqf al-Nuqud, (Beirut: dar Ibn Hazm, tt).

Departemen Agama RI, 2011, al Qur’an dan terjemahnya, Jakarta, PT Adhi Aksara Abadi Indonesia.

H.M. Athoillah, 2014, Hukum Wakaf, Bandung: Yrama Widya.

Kementerian Agama Republik Indonesia, 2013, Panduan Pengelolaan Wakaf Tunai.

Muhammad Abid Abdullah Al-Kabisi, 2004, Hukum Wakaf, Depok: IIMan Press,).

Mundzir Qahaf, 2005, Manajemen Wakaf Produktif, Dar Al-Fikr, Jakarta.

Nurul Hak, 2011, Ekonomi Islam Dan Hukum Bisnis Syari’ah, Teras, Yogyakarta.

Nurfaidah M, 2016, “Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Syariah”, Jurnal al-Adl.

RuslanAbdul Ghofur; Isnayati Nur, 2013, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Pengelolaan Wakaf Tunai (Studi Kasus pada LAZ Baitl Maal Hidayatullah dan Yatim Mandiri Cabang Lampung)”, Inferensi: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan.

Taqiyuddin Abi Bakr, Kifayah al Akhyar Juz 1, (Mesir: Dar al_kitab al-Araby, tt)

Undang-undangan Republik Indonesia nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf

Published
2021-12-28
Section
Articles