PENGARUH PENAMBAHAN SODA DAN ASAM JAWA (Tamarindus indicia L.) PADA MINUMAN TRADISIONAL KUNYIT ASEM TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN BERDASARKAN MUTU DAN ORGANOLEPTIKNYA

  • Firduasi Puji Suryana Mahasiswa ITP, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Dimas Hari Purnomo Mahasiswa ITP, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Ana Ummu Mas’ulah Mahasiswa ITP, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Wike Adhi Anggono Staff FT, Universitas Yudharta Pasuruan https://orcid.org/0000-0001-5697-7492
  • Rekna Wahyuni Dosen ITP, Univ. Yudharta Pasuruan
Keywords: Kunyit, Asam, Soda, konsumen

Abstract

Kunyit asam merupakan minuman tradisioan yang memiliki manfaat antioksidan, antimikroba, sumber protein, serta vitamin A. penambahan carbonated (soda) bertujuan untuk memberikan inovasi baru pada pembuatan minuman tradisional. Penelitian ini bertujuan mengetahui  penambahan carbonaten (soda) dan asam jawa (Tamarindus indicia L.)  yang paling tepat terhadap daya terima konsumen berdasarkan mutu dan organoleptiknya. Rancangan Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 Faktor. Faktor pertama penambahan soda (2.5 gr, 5 gr) dan faktor kedua penambahan asam jawa (2 gr, 4 gr, 6 gr). Masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 percobaan. Data  diperoleh  dari  pengamatan   karakteristik   kimia  dan organoleptik. Uji kimia meliputi, kadar protein, PH. Sedangkan sifat organoleptik diperoleh dari uji organoleptik kesukaan (hedonic) skor menggunaan 20 orang panelis meliputi rasa, aroma, bau, warna. Data dari pengamatan sifat fisik, kimia dilakuakan analisis ragam ANOVA 5% dan 1%. Apabila ditemukan pengaruh nyata terhadap salah satu perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT 5%). Untuk uji organoleptik dilakukan analisis menggunakan uji Friedman. Perlakuan terbaik menggunakan metode metode indeks efektifitas de Garmo et al., (1984) yang dimodifikasi oleh Susrini (2003). perlakuan terbaik didapatkan hasil perlakukan terbaik pada penambahan soda 30% dan asam jawa 15 g/liter (S1A3) dengan perolehan nilai 0.900. dengan rincian protein 1.55 %, pH 8, Rasa 3.45 (netral), Aroma 4.55 (sangat suka), warna 3.65 (Suka).

References

Dinda E., (2007). “Kunir Asem” The Herbal Medicine. http://embundinda.multiply.com/journal/item/28/Kunir_Asem_The_Herbal_Medicine. diakses tanggal 25 Nopember 2016

Erlianawati, (2014). Pengaruh minuman berkarbonasi terhadap Kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Naskah Publikasi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammmadiyah ; Surakarta

Lewis, G.B., B. Schrire, Mackinder and M. Lock. (2005). Legumes of the World. Royal Botanic Gardens, Kew

Meiyanto, Edy. (2003). Kunyit Asam Segar Menyehatkan. Artikel Ilmiah. Jawa Pos Edisi 24 Maret 2003.

Nur, M., Estiasih, T., Mochamad N., Jaya MM., (2010). Modul Aneka Produk Olahan Kunyit Asam, Universitas Brawijaya; Malang

Olivia F., Alam S. and Hadibroto I. (2006). Seluk Beluk Food Supplement. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, p: 166.

Rara. (2008). Minuman Ringan: Kenikmatan Membawa Sengsara. www.depkes.go.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2016

Wikipedia, (2017). Asam Karbonat. https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_karbonat, diakses tangaal 30 Juli 2017

Winarti, C. dan N. Nurdjanah. (2005). Peluang Tanaman Rempah dan Obat sebagai Sumber Pangan Fungsional. Jurnal Litbang Pertanian 24(2): 47-55

Zentimer, Suyetmi. (2007). Pengaruh Konsentrasi Natrium Benzoat dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Minuman Sari Buah Sirsak (Anona muricata L) Berkarbonasi. Skripsi. Surakarta: Universitas Sumatra Utara.

Published
2018-03-23
How to Cite
Suryana, F. P., Purnomo, D. H., Mas’ulah, A. U., Anggono, W. A., & Wahyuni, R. (2018). PENGARUH PENAMBAHAN SODA DAN ASAM JAWA (Tamarindus indicia L.) PADA MINUMAN TRADISIONAL KUNYIT ASEM TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN BERDASARKAN MUTU DAN ORGANOLEPTIKNYA. AGROMIX, 9(1), 47-56. https://doi.org/10.35891/agx.v9i1.1445
Section
Articles