Karakteristik vegetatif dan taksasi produksi kopi robusta tahun 2018 dan 2019 (Survey pada perkebunan kopi rakyat di Dusun Mandang, Desa Sucen, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung)

Vegetative characteristics and taxation of robusta coffee production in 2018 and 2019 (Survey of people coffee plantation in Mandang Hamlet, Sucen Village, Gemawang District, Temanggung Regency)

  • Yohana Theresia Maria Astuti Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia
  • Tri Nugraha Budi Santosa Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia
  • Dian Pratama Putra Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia
  • Enny Rahayu Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia
  • Agus Solifudin Coffee enterpreuner, Temanggung, Indonesia
  • Galeh Haykal Nugraha Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia
Keywords: robusta coffee, Temanggung, production

Abstract

This study aims to evaluate the dinamics of coffee production  in Mandang, Sucen Village, Gemawang District, Temanggung on 2018 and 2019. The research was carried out at  people coffee plantation in Mandang Hamlet, Sucen Village, Temanggung. Research using survey methods. Observation of performance with 30 samples taken by purposive sampling technique on 3 clones. Land suitability analysis was carried out at 3 observation points. The results obtained are: The vegetative characteristics  of robusta coffee BP 288 and BP 409 are better than  BP 358 clones, while the robusta coffee production is the same  on various clones and  plantation location.  The long dry season  in 2018 and 2019 has an effect on the decline of the number of leaves and coffee production in 2019 compared to 2018 in Mandang Hamlet, Sucen  Village, Gemawang district, Temanggung.

References

Aji, F. R., Wibisono, M., Rusdiansyah, R., & Yusuf, D. (2016). Pengembangan budidaya dan pengolahan kopi berbasis agroforestry melalui program kehati CSR PT. TIV Pandaan di kawasan gunung Arjuna Prigen Pasuruan. AGROMIX, 7(1), Article 1. https://doi.org/10.35891/agx.v7i1.705

Aridana, I. K. A., & Wesnawa, I. G. A. (2018). Iklim mikro dan produktivitas perkebunan kopi robusta (Coffea robusta) di kecamatan Pupuan. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 6(3), 145–153. http://dx.doi.org/10.23887/jjpg.v6i3.20701

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2018). Statistik perkebunan Indonesia (tree crop estate statistics of Indonesia) 2015-2017. Direktorat Jendral Perkebunan.

Bote, A. D., & Struik, P. C. (2011). Effects of shade on growth, production and quality of coffee (Coffea arabica) in Ethiopia. Journal of Horticulture and Forestry, 3(11), 336–341.

DaMatta, F. M., Cunha, R. L., Antunes, W. C., Martins, S. C. V., Araujo, W. L., Fernie, A. R., & Moraes, G. A. B. K. (2008). In field-grown coffee trees source–sink manipulation alters photosynthetic rates, independently of carbon metabolism, via alterations in stomatal function. New Phytologist, 178(2), 348–357. https://doi.org/10.1111/j.1469-8137.2008.02367.x

Kusmiati, A., & Windiarti, R. (2011). Analisis wilayah komoditas kopi di Indonesia. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 5(2), 47–58.

Melke, A., & Ittana, F. (2015). Nutritional requirement and management of arabica coffee (Coffea arabica L.) in Ethiopia: National and Global Perspectives. Journal of Experimental Agriculture International, 5(5), 400–418. https://doi.org/10.9734/AJEA/2015/12510

Munir, M., & Swasono, M. A. H. (2012). Potensi pupuk hijau organik (daun trembesi, daun paitan, daun lantoro) sebagai unsur kestabilan kesuburan tanah. Agromix, 3(2), 1–17. https://doi.org/10.35891/agx.v3i2.750

Rahaju, J., & Muhandoyo. (2014). Dampak perubahan iklim terhadap usaha apel di kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang. AGROMIX, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.35891/agx.v5i1.697

Risandewi, T. (2013). Analisis efisiensi produksi kopi robusta di kabupaten Temanggung (studi kasus di kecamatan Candiroto). Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 11(1), 87–102.

Sembiring, S. A. (2015). Kajian jumlah biji basah dan berat biji basah kopi robusta (Coffea robusta Lindl.) pada beberapa ketinggian, kemiringan lereng dan jenis tanah di kecamatan Silima Pungga-Pungga kabupaten Dairi. Jurnal Agroekoteknologi, 4(1), 1857–1864.

Sholikhah, U., Munandar, D., & Pradana, A. (2015). Karakter fisiologis klon kopi robusta BP 358 pada jenis penaung yang berbeda. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 8(1), 58–67. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v8i1.749

Susilo, H. (2018). Kabupaten Temanggung dalam angka 2018. BPS Kabupaten Temanggung.

Syakir, M., & Surmaini, E. (2017). Perubahan iklim dalam konteks sistem produksi dan pengembangan kopi di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 36(2), 77–90. https://doi.org/10.21082/jp3.v36n2.2017.p77-90

Widayat, H. P., Anhar, A., & Baihaqi, A. (2015). Dampak perubahan iklim terhadap produksi, kualitas hasil dan pendapatan petani kopi arabika di Aceh Tengah. Jurnal Agrisep, 16(2), 8–16.

Yuliasmara, F. (2016). Strategi mitigasi perkebunan kopi menghadapi perubahan iklim. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, 28(3), 1–7.

Published
2020-04-16
How to Cite
Astuti, Y. T. M., Santosa, T. N. B., Putra, D. P., Rahayu, E., Solifudin, A., & Nugraha, G. H. (2020). Karakteristik vegetatif dan taksasi produksi kopi robusta tahun 2018 dan 2019 (Survey pada perkebunan kopi rakyat di Dusun Mandang, Desa Sucen, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung). AGROMIX, 11(2), 125-135. https://doi.org/10.35891/agx.v11i2.1937
Section
Articles