Analysis of determining superior vegetable commodities in Batu City in 2016-2020

Authors

  • Yeny Kristina Widyastuti Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture-Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Malang, Malang, Indonesia
  • Ary Bachtiar Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture-Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Malang, Malang, Indonesia
  • M. Zul Mazwan Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture-Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Malang, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35891/agx.v15i1.3627

Keywords:

Superior commodities, vegetable, agriculture

Abstract

Introduction: Batu City is one of the largest vegetable supply cities in East Java. This is a concern of the government to continue to develop the existing potential considering that the agricultural sector plays a large role in agriculture development in Batu City. The research aims to identify superior vegetable commodities with high competitiveness to improve farmers' welfare. The research was conducted in Batu City from August to October 2022. Methods: The method used in the research was a Literature Study using secondary data obtained from the East Java Central Bureau of Statistics and Batu City as well as from various journals. The analysis tools use Microsoft Excel with the analysis method using Location Quotient (LQ). Results: The results showed that the superior commodity in Batu City was cauliflower with an average LQ value of 9.3957. Garlic 5.6996. Chayotes squash 5.2903. Chickpeas 3.6315. Carrots 3.0185. Petsai 2.8091. Tomatoes 2.7492. Peppers 2.6474. Eggplant 1.8262. Mushrooms 1.7588. Red beans 1.6610. Scallions 1.4679. Cucumber 1.4558. Conclusion: Commodities included in LQ>1 are leeks, garlic, string beans, mushrooms, red beans, cauliflower, cucumber, chayote, peppers, Chinese cabbage, eggplant, tomatoes, and carrots. The commodities of shallots, spinach, large chilies, bird's eye chilies, long beans, kale, potatoes, cabbage, and radishes are not included in the superior commodities. Determining the right superior vegetable commodities can have positive impacts on farmers' income, increase product supply to the market, and improve people's quality of life.

 

References

Abadi, A. F. S., Purwanti, E. W., & Muditha, I. G. N. (2022). Respons pertumbuhan dan produktivitas tomat terhadap berbagai dosis MOL limbah buah-buahan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(1), 103–108. https://doi.org/10.18343/jipi.27.1.103

Abi, I. H., Pudjiastuti, S. S. P., & Klau, F. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi labu siam di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal EXCELLENTIA, X(1), 23–32.

Ariyanto, A., Puspitasari, N., Utami, D. N., & Yogyakarta, U. A. (2020). Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Hidup Pada Lansia. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, XIII(2), 145–151.

Badan Pusat Statistik Kota Batu. (2020). Statistik holtikultura Kota Batu. Batu Jawa Timur

Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (2019). Statistik holtikultura Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur.

Driyunitha. (2015). Jarak tanam pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi kacang merah (Phaseolus vulgaris L). AgroSainT UKI Toraja, 6(2), 8–14.

Febrica Handryani, Nur Wiyono, S., Kusno, K., & Rochdiani, D. (2021). Identifikasi risiko pada produksi paprika (Studi kasus di CV Cantigi Kabupaten Garut, Jawa Barat). Forum Agribisnis, 11(1), 90–100. https://doi.org/10.29244/fagb.11.1.90-100

Haedar, Z., Kasifah, Mado, I., & Pudji, N. P. (2022). Pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) melalui pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 6(1), 99–108. http://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotek/article/view/169%0Ahttp://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotek/article/download/169/149

Hidayat, S. I., & Rofiqoh, L. L. (2020). Analisis alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Kediri. Jurnal Social Economic of Agriculture, 9(1), 59. https://doi.org/10.26418/j.sea.v9i1.40646

Humaidi, E., Unteawati, B., & Analianasari, A. (2020). Pemetaan komoditas sayur unggulan di Provinsi Lampung. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 106–114. https://doi.org/10.29244/jai.2020.8.2.106-114

Iqbal, M., Ismayani, I., & Romano, R. (2018). Analisis penentuan komoditas unggulan dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(2), 173–182. https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i2.6811

Kosasih, Paramarta, V., Mulyani, S. R., Yuliati, F., & Fitriana. (2022). Budi daya jamur tiram dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Tambakmekar Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1001–1010.

Laily, D. W., & Roidah, I. S. (2020). Analisis efisiensi usahatani buncis di Sentra Budaya Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah ekonomi, Manajemen dan Agribisnis, 8(2), 93–100.

Ludihargi, R. J., Eko, W., & Dawam, M. (2019). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong ( Solanum melongena L .) PADA Sistem Tumpangsari dengan Selada ( Lactuca sativa L .) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan PGPR. Jurnal Produksi Tanaman, 7(2), 189–197.

Nurhaliza, S., Susilowati, D., & Siswadi, B. (2021). Analisis usahatani wortel di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur. Seagri. 1-6.

Paramartha, G. Y., Sukaatmadja, I. P. G., Wayan, N., & Astiti, S. (2017). Penentuan komoditas unggulan pertanian berdasarkan nilai produksi di Kabupaten Buleleng. Jurnal Manajemen Agribisnis. 5(2), 43–48.

R. Jumiyanti, K. (2018). Analisis location quotient dalam penentuan sektor basis dan non basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development Review, 1(1), 29. https://doi.org/10.32662/golder.v1i1.112

Rohma, A., & Rahmawati, F. (2020). Pengembangan kawasan agropolitan berbasis komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 5(2), 237–246.

Siswadi, E., Putri, S. U., Firgiyanto, R., & Putri, C. F. (2019). Peningkatan pertumbuhan dan produksi bawang putih (Allium sativum L.) melalui aplikasi vernalisasi dan pemberian BAP (Benzil Amino Purin). Agrovigor, 12(2), 53–58.

Soleh, A. (2017). Strategi pengembangan potensi desa. Jurnal Sungkai, 5(1), 35–52.

Supriadi, D. R., & Nurlenawati, N. (2019). Respon pertumbuhan dan hasil kembang kol (Brassica Oleracea L. Var. Botrytis Sub Var. Cauliflora Dc) terhadap mulsa jerami dan kompos limbah jamur merang. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Peternakan, 7(2), 71–80.

Suryantini, N. A., Pingkan, W., & Hamzens, S. (2017). Analisis penentuan komoditas unggulan buah-buahan di Kabupaten Sigi. Agrotekbis, 5(4), 518–524.

Welang, L. A., Kapantow, G. H. M., & Sagay, B. A. B. (2020). Analisis pendapatan usahatani bawang daun di Desa Manembo Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolang Mongondow. Agri-Sosioekonomi, 16(2), 219. https://doi.org/10.35791/agrsosek.16.2.2020.28754

Witjaksono, A., Gai, A. M., & Poerwati, T. (2021). Tinjauan kebijakan pengembangan pertanian berwawasan lingkungan Di Kota Batu. Bioma : Jurnal Biologi Makassar, 7(1), 1–11. https://doi.org/10.20956/bioma.v7i1.18703

Downloads

Published

26-03-2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analysis of determining superior vegetable commodities in Batu City in 2016-2020 (Y. K. Widyastuti, A. Bachtiar, & M. Z. Mazwan, Trans.). (2024). AGROMIX, 15(1), 1-9. https://doi.org/10.35891/agx.v15i1.3627