MERESPON TRADISI SESAJEN DALAM PERSPEKTIF HADITS

  • Ali Mohtarom
Keywords: The Tradition of Offerings, Hadith.

Abstract

Praktik sesajen adalah tradisi masyarakat yang berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan yang bersifat magis religius dari kehidupan suatu penduduk asli yakni berupa sajian makanan dan benda lain yang dipersembahkan dalam upacara keagamaan atau upacara tradisi yang dilakukan secara simbolis dengan tujuan berkomunikasi dengan kekuatan gaib. Dalam merespon tradisi dan budaya, Hadits tidak merombak begitu saja, akan tetapi meresponnya dengan tiga model: Tahmil, Taghyir dan Tahrim. Jika dalam konteks berkehidupan bersama, maka konteks merespon tradisi dan budaya sosio-kultural lokal masyarakat harus mendahulukan cinta perdamaian, kedermawanan dan berkesadaran tinggi terhadap siapa saja yang memerlukan tanpa melihat latar belakang keyakinan agamanya, tidak memaki sesembahan (selain Allah) yang mereka sembah dan menganggap baik pekerjaan mereka.

References

"صحيح البخاري": كتاب الإيمان، باب إفشاء السلام من الإسلام، 2000 (1/15)
Abd. Halim. Dialektika Hadis Nabi dengan Budaya Lokal Arab. DINIKA. Academic Journal of Islamic Studies, Volume 4, Number 1, January - April 2019.
Abi Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, Shahih Bukhari, Juz 2 (Beirut: Dar Ibnu Katsir, 1987)
Al-Asqalani, Fathul Bari., 288.
Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari (Beirut: Dar al-Kotob al-‘Ilmiyyah, 1971), II: 197-198.
Ali Sodiqin, Antropologi Al-Qur'an: model dialektika wahyu dan budaya, (Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2008), Cet. 1, 127.
Ariyono dan Aminuddin Sinegar, Kamus Antropologi(Jakarta: Akademika Pressindo, 1985), 4.
Beni Ahmad Saebani, Pengantar Antropologi ( Bandung: CV Pustaka Setia, 2012), 45.
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi antar Budaya; Panduan Berkomunikasi dengan Orang Berbeda Budaya ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 18.
Hassan Shadily, Ensiklopedi Islam,( Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve,t.t), VI, 3608.
Indrahti, Sri; Prasetyawan, Yanuar Yoga; Maziyah, Siti; Alamsyah (2019). "Implikasi Kuliner Sesaji dan Dhanyang dalam Upacara Tradisi di Jepara". Berkala Arkeologi. 39 (1): 73–91. doi:10.30883/jba.v39i1.327.
Koentjaraningrat, Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan di Indonesia(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1992), 181.
Mardalis. (1999). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.
Muhammad Abed al-Jabiri, Post-tradisionalisme Islam, terj. Ahmad Baso (Yogyakarta: Lkis, 2000), 2.
Muhammad At-Tamimi, Kitab Tauhid (Terjemah Kitab at-tauhid al-ladzi huwa haqullah'ala-abid), (Jakarta: Darul Haq, 1999)
Nazir. (1998). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Rendra, Mempertimbangkan Tradisi(Jakarta: PT Gramedia, 1983), 3.
Rohiman Notowidagdo, Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan al-Qur’an dan Hadis (Jakarta: PT RajaGravido Persada, 2000), 24.
Sarwono Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sholikhin, KH. Muhammad (2010). Ritual dan Tradisi Islam Jawa. Yogyakarta: Narasi. hlm. 50. ISBN 9789791682053.
Soekanto, Kamus Sosiologi (Jakarta: PT Raja Gravindo Persada, 1993), 459.
Stanley J. Baran, Pengantar Komunikasi Masa Melek Media dan Budaya, terj. S. Rouli Manalu (Jakarta: Erlangga, 2012), 9.
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA.
Van Peursen, Strategi Kebudayaan (Jakarta: Kanisus, 1976), 11.
W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1985), 1088.
https://www.kompas.tv/article/249837/viral-pria-ini-buang-dan-tendang-sesajen-di-kawasan-gunung-semeru, diakses pada 15 Januari 2022.
https://www.nu.or.id/nasional/pandangan-prof-quraish-shihab-soal-pria-tendang-sesajen-di-semeru-SCfcd, diakses pada 10 Januari 2022.
Published
2022-02-28
How to Cite
Ali Mohtarom. (2022). MERESPON TRADISI SESAJEN DALAM PERSPEKTIF HADITS. Jurnal Mu’allim, 4(1), 104-118. Retrieved from https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/muallim/article/view/2929
Section
Articles