Integrasi Teori Belajar Kontruktivisme dan Teori Perkembangan Sosial Vygotsky dalam Merancang Pembelajaran Adaptif di Era Digital
Main Article Content
Keywords:
Kontruktivisme; Vygotsky; Pembelajaran Adaptif; Era DigitalAbstract
Di era digital yang terus berkembang, tantangan pendidikan menuntut strategi pembelajaran yang mampu menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Salah satu pendekatan penting adalah merancang pembelajaran adaptif yang dapat merespons perbedaan individual. Pemahaman mendalam terhadap teori belajar menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang eefektif Namun, masih terbatas kajian yang mengintegrasikan Teori Belajar Konstruktivisme dan Teori Perkembangan Sosial Vygotsky secara simultan dalam konteks pembelajaran adaptif berbasis digital. Tujuan utama kajian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi antara Teori Konstruktivisme dan Teori Vygotsky dapat digunakan sebagai landasan konseptual dalam merancang pembelajaran adaptif yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kajian ini merupakan studi kualitatif berbasis studi pustaka yang menganalisis literatur terkait teori konstruktivisme, teori perkembangan sosial Vygotsky, serta pendekatan pembelajaran adaptif dalam konteks digital.
References
Bruner. (1966). Toward a Theory of Instruction. Harvard University Press.
Corbett, A. T; Anderson, J. R. (1994). Knowledge Tracing: Modeling the acquisition of procedural knowledge. User Modeling and User-Adapted Interaction. https://doi.org/10.1007/BF01099821
Daniels, H. (2017). Vygotsky dan Pedagogi . Edisi ke-2 (2nd ed.). Routledge.
Hattie, J; Timperley, H. (2007). The Power of Feedback. Review of Educational Research.
Marinda, L. (2020). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Dan Problematikanya Pada Anak Usia Sekolah Dasar. An-Nisa Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 13(1), 116–152. https://doi.org/10.35719/annisa.v13i1.26
Merrill, M. D. (2002). First Principles of Instruction. Educational Technology. https://doi.org/10.1007/BF02505024
Meyer, A; Rose, D. H; Gordon, D. (2014). Universal Design for Learning: Theory and Practice. CAST.
Nabawi, M. (2023). Penerapan Scaffolding Pada Zone of Proximal Development (Zpd) Dalam Mata Pelajaran Sejarah Di Sma Negeri 2 Malang Kelas Xii Mipa 4. Jurnal Inovasi Teknologi Dan Edukasi Teknik, 3(11), 3. https://doi.org/10.17977/um068.v3.i11.2023.3
Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. International Universities Press.
Rahmani, N. A., Yusuf, A., Izzati, N. W., & Aqilla, N. A. (2023). Relevansi Filsafat Konstruktivisme Dalam Meningkatkan Pendidikan Siswa Di Era Digital. Genta Mulia, 15(1), 36–47.
Ruslan, A., Ludia, & Putri, M. A. (2024). Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme: Strategi Efektif Untuk Keterampilan Berfikir Kritis Siswa. BERSATU: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(6), 1–9.
Salsabila, U. H., & Agustian, N. (2021). Peran Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran. Islamika : Jurnal Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 3, 123–133.
Shute, V. J Zapata-Rivera; Zapata-Rivera, D. (2012). Adaptive educational systems. In Cambridge University Press. Adaptive technologies for training and education In P. J. Durlach & A. M. Lesgold (Eds.). https://doi.org/10.1017/CBO9781139049580.003
Vygotsky. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Wahyuddin. (2016). Teori Belajar Dan Aplikasinya.
Woolf. (2009). Building intelligent interactive tutors: Student-centered strategies for revolutionizing e-learning. Morgan Kaufmann.
Zimmerman. (2002). Becoming a self-regulated learner: An Overview Theory Into Practice. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2
