NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI UNAN-UNAN MASYARAKAT SUKU TENGGER
Main Article Content
Keywords:
Nilai-nilai Pendidikan Islam, Tradisi, Suku Tengger, Unan-unanAbstract
Tengger adalah sebuah suku yang hidup di pegunungan Tengger Jawa Timur. Tepatnya berada di kawasan wisata Bromo Tengger Semeru. Suku Tengger mempunyai keanekaragaman tradisi yang unik dan masih bertahan hinga saan ini sebagai salah satu budaya bangsa. salah satu diantara sekian banyak tradisi tersebut adalah upacara Unan-unan. Suku Tengger dikenal orang sebagai sebuah suku yang tradisi dan kesehariannya lebih didominasi unsur Hindu.
Dalam penelitian karya ini bermaksud menelusuri nilai-nilai pendidikan Islam yang ada dalam tradisi suku Tengger beserta perkembangan pendidikan Islam dan suku Tengger itu sendiri. Hasil kajian diperoleh perkembangan pendidikan Islam di wilayah Tosari Tengger yakni dilihat dari banyaknya penduduk muslim, jumlah lembaga pendidikan Islam non formal seperti madrasah diniyah dan TPQ, serta kegiatan-kegiatan rohani muslim yang melibatkan pemuda-pemuda secara aktif didalamnya, perkembangan tradisi suku Tengger yang semakin terjaga nilai-nilai luhurnya sehingga menjadi salah satu obyek pariwisata dan nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi masyarakat Tengger yakni Unan-unan. Nilai pendidikan Islam tersebut antara lain nilai akidah (ketuhanan), nilai akhlaq, nilai ibadah dan nilai sosial kemasyarakatan (Ijtima’iyah).
References
Abdul Muhaimin As’ad, Hadist Arbain An-Nawawiyah,Tarjamah Surabaya: Bintang Terang, 1985
Abil ‘abbas Zainuddin Akhmad bin Akhmad bin Abdi al-Latif, Tajrid as-Shorih jus 2, haromain, hal 139
Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani, Terjemah Bulughul Maram:Kitab Hukum-hukum Islam, Surabaya : Mutiara Ilmu, 2011, hal 638 hadist ke 1404
Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani, Terjemah Bulughul Maram:Kitab Hukum-hukum Islam, Surabaya : Mutiara Ilmu, 2011, hal 700 hadist ke 1555
Al-Quran al-Karim dan terjemah Indonesia , Kudus, surah al-Ikhlash ayat 1-4
Amos Hawley, Theory of Community Structure, (New York: The Ronland Press Company, 1950)
Ayu Sutarto, Sekilas Tentang Masyarakat Suku Tengger, Makalah disampaikan pada acara pembekalan Jelajah Budaya 2006 yang diselenggarakan oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, tanggal 7-10 Agustus 2006
DEPAG RI, Penerbit CV. Toha Putra, Semarang Edisi Revisi Terjemahan 1989,
Emilio F. Moran. Human Adaptability; An Introduction to Ecological Anthropology. (Boulder, Colorado: Westview Press. 1982)
Imam Bukhari Tafsir al-Qurtubi juz 8 hal 94 versi Maktabah Syamilah
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amengkunegara III, Serat Centhini dialihhurufkan oleh Kamajaya (Yogyakarta: Yayasan Centhini, 1985) hal. 216-237.
Keraf, S. A., Etika Lingkungan, (Jakarta: Pn. Buku Kompas, 2002)
Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi I, (Jakarta: UI-PRESS, 1987)
Muhaimin, Abdul Mujib, Jusuf Mudzakkir, Kawasan dan Wawasan Studi Islam, Jakarta: Prenada Media, 2005, hal 259
N.J. Smith Hefner “Pembaron: An East Javanese Rite of Priestly Rebirth†dalam Journal of Southeast Asian Studies 23.2 (September 1992)
Robert W. Hefner, Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam (Princeton: Princeton University Press, 1985)
Santri Pondok Pesantren Ngalah, Ensiklopadi Fiqih Jawabul Masail Bermadzhab Empat, Pasuruan pondok Pesantren Ngalah, 2014, hal 404
Siti Nur Aryani: Oposisi Paska Tradisi. Islam agama perlawanan. http//Islamliberal.com/id/indeks diakses 8 Juni 2014
Sunarto, Tarjamah Ta’lim al-Mutaa’lim, Surabaya: Maktabah al-Hidayah
Suyatno, Dasar-Dasar Ilmu Fiqh & Ushul Fiqh, Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2011
Tim Penyusun, Sejarah di Indonesia, Jakarta : Erlangga, 1996
