Pemanfaatan lahan suboptimal di Majalengka dalam peningkatan produktifitas kedelai melalui teknologi kultivar dan pupuk hayati

Utilization of suboptimal land in majalengka to increase soybean productivity through dive fertilizer technology

Authors

  • Miftah Dieni Sukmasari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Majalengka, Majalengka, Jawa Barat
  • Acep Atma Wijaya Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Majalengka, Majalengka, Jawa Barat
  • Amir Sidik Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Majalengka, Majalengka, Jawa Barat

DOI:

https://doi.org/10.35891/agx.v13i2.2920

Keywords:

Cultivar, biofertilizer, Soybean, suboptimal land

Abstract

Introduction: Efforts to increase the production of breakthrough cultivation innovations that can increase the productivity of wetlands/rainy seasons that are environmentally friendly, among others, through the use of biological fertilizers. The purpose of this study was to analyze the application of adaptive cultivars and optimal biofertilizers to soybean cultivation on suboptimal land. This research will be conducted in the Experimental area of ​​Cicurug Village from February to May 2021. Methods: research uses experimental methods in the field. The environmental design used is factorial RAK (Randomized Block Design). The first factor is cultivar and the second factor is biological fertilizer, including: K1 = Grobogan, K2 = Anjasmoro and K3 = Deja 2, the second factor is Biological Fertilizer (P) which consists of 4 levels, namely: P0 = 0 g/kg, P1 = 50 g/kg, P2 = 100 g/kg and P3 = 150 g/kg. The research variables observed were the agronomic and physiological responses of plants. Results: The results showed that the application of cultivars had an effect on the growth of soybeans grown on suboptimal land. The Anjasmoro cultivar gives better yields than other cultivars. In the application of biological fertilizers, the dose weight of 150 kg/ha was able to provide the most seeds/plot compared to other doses. Conclusion: The application of biological fertilizers and cultivars can increase soybean productivity in suboptimal land.

References

Aminah, N., Marlyana, S., & Palad. (2017). Respon varietas kedelai (Glycine max L. Merr) pada tingkat kelengasan tanah berbeda. Jurnal Agrotek, 1(2), 14-23. https://doi.org/10.33096/agrotek.v1i2.33

Aminah, R. I. S., Marlina, N., & Hakim, A. K. (2018). Pengaruh pemberian jenis pupuk hayati terhadap beberapa varietas tanaman kedelai (Glycine max (L) merril) di lahan lebak. KLOROFIL, 8(1), 54-58. https://jurnal.um-palembang.ac.id/klorofil/article/view/1108.

Anwar, A., Khaeruni, T., & Wijayanto. (2019). Efektivitas kombinasi pupuk hayati biofresh plus dengan dosis pupuk anorganik npk dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif beberapa varietas kedelai (Glycine max Merrill) di lahan ultisol. Berkala, 7(11), 32-37. http://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/7506

Apriyana, Y. E., Susanti, F., Suciantini, E., Ramadhani., & Surmaini. (2016). Analisis dampak perubahan iklim terhadap produksi tanaman pangan pada lahan kering dan rancang bangun sistem informasinya. J. Informatika Pertanian, 25(1), 69-80.

Arman., Safuan, L. O., & Hadini, H. (2020). Pengaruh pupuk organik hayati dan kultivar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) lokal buton utara. J. Berkala Penelitian Agronomi, 8(2), 81-95. http://dx.doi.org/10.33772/bpa.v8i2.14941.

Badan Pusat Statistik. (2018). Produksi dan produktivitas tanaman kedelai di Sumatera Barat. http://www.bps.go.id [17 Desember 2021].

Carolina, R. A. S., Mulatsih., & Anggraeni, L. (2016). Analisis volatilitas harga dan integrasi pasar kedelai indonesia dengan pasar kedelai dunia. Jurnal Agro Ekonomi, 34(1), 46-48.

Etika, A. P. W., Hasan, R., Muzammil & Rubiyo. (2017). Pengaruh pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada lahan bekas tambang di Bangka Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20(3), 241-252.

Fauzi, A. R., & Puspitawati, M. D. (2018). Cultivation of soybean of Burangrang variety in dry land. Jurnal Bioindustri, 1(1), 1-9.

Gunawan, N., Wijayanto, S., Wilarso & Budi, R. (2019). Karakteristik sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah pada agroforestri tanaman Sayuran berbasis Eucalyptus sp. Jurnal Silvikultur Tropika, 10(2), 63-69.

Guyasa, I., Sadimantara, G. R., Khaeruni, A., & Sutariati, G. A. K. (2018). Isolation of Bacillus spp and Pseudomonas fluorescent from upland rice rhizosphere and its potential as plant growth promoting rhizobacteria for local upland rice (Oryza sativa L.). Bioscience Research, 15 (4), 3231-3239.

Haitami, A., Indrawanis, E., Ezward, C., & Wahyudi. (2021). Tampilan agronomi beberapa varietas unggul kedelai (Glycine max L.) di tanah ultisol kabupaten kuantan singing. MENARA Ilmu, 15(1), 1-8.

Herawati, M., Soekamto, A., & Fahrizal. (2019). Upaya peningkatan kesuburan tanah pada lahan kering di kelurahan aimas distrik aimas kabupaten sorong. Papua Journal of Community Service, 1(2), 14-23.

Kaiman, S., Rauf, A., Arham, M. A. (2019). Analisis fungsi produksi usahatani kedelai di kabupaten pohuwato. Jurnal Agribisnis, 21(1), 114-127.

Kalay, A. M., Hindersah, A., Ngabalin, I. A., & Jamlean, M. (2020). Pemanfaatan pupuk hayati dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata). AGRIC, 32(2), 129-138.

Krisdiana, R. (2013). Dominasi varietas unggul kedelai di nanggroe aceh darussalam : kajian penyeberan varietas dan preferensi petani. In Proseding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Malang. 293-299.

Kristiono, A. R., Purwaningrahayu, D., Elisabeth, D. A. A., Wijanarko, A., & Taufiq, A. (2020). Kesesuaian varietas, jenis pupuk organik dan pupuk hayati untuk peningkatan produktivitas kedelai di lahan pasang surut. BULETIN PALAWIJA, 18(2), 94-104.

Kumar, R., Kumawat, N., & Sahu, Y. K. (2017). Role of Biofertilizers in Agriculture. Popular Kheti, 5(4), 63-66.

Meena, M. (2019). Analysis for seed yield and yield component ajwain (Trachyspermum ammi L.). Electronic Journal of Plant Breeding, 10(3), 1194-1199.

Prabowo, R., & Subantoro, R. (2017). Analisis tanah sebagai indikator tingkat kesuburan Lahan budidaya pertanian di kota semarang. Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 2(2), 59-64.

Priambodo, S. R., Susila, K. D., & Soniari, N. N. (2019). Pengaruh pupuk hayati dan pupuk anorganik terhadap beberapa sifat kimia tanah serta hasil tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) di tanah inceptisol desa pedungan. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 8(1), 149 -160.

Ratnasari, D., Bangun, M. K., Iskandar, R., & Damanik. (2015). Respons dua varietas kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) pada pemberian pupuk hayati dan npk majemuk. Jurnal Online Agroekoteknologi, 3(1), 276-282.

Rozi, F., & Heriyanto. (2012). Efektivitas difusi teknologi varietas kedelai di tingkat petani. BULETIN PALAWIJA, 24, 49-56.

Setiawati, M. R., Fitriatin, B. N., Suryatmana, P., & Simarmata, S. (2020). Aplikasi pupuk hayati dan azolla untuk mengurangi dosis pupuk anorganik dan meningkatkan NPK organic tanah, dan N P tanaman, serta hasil padi sawah. Jur. Agroekotek, 12(1), 63-76.

Staton, M. (2019). Selecting Soybean Varieties for 2019. Michigan State University Extension. https://www.canr.msu.edu/news/selecting-soybean-varieties

Sudarmini, D. P., Sudana, I. M., Sudiarta, I. P., & Suastika, G. (2018). Pemanfaatan bakteri pelarut fosfat penginduksi hormon IAA (Indol Acetic Acid) untuk peningkatan pertumbuhan kedelai (Glycine max). J. Agric. Sci. and Biotechnol, 7(1), 1-12.

Susilo, E., Novitasari, H., & Hamron, R. (2019). Penerapan teknologi budidaya jenuh air pada empat varietas kedelai di rawa lebak dengan penambahan amelioran yang mengandung kalsium alami. AGRITEPA, 6(1), 55-63.

Yusuf, E. H. (2020). Pengaruh genotip cekaman kekeringan dan tingkat netralisasi aluminium terhadap komponen hasil kedelai. Jurnal Agro Indragiri, 5(1), 1-11. https://doi.org/10.32520/jai.v4i1

Downloads

Published

10-10-2022

Issue

Section

Articles