MULTIKULTURAN DALAM PRESPEKTIF AL-QUR’AN
Main Article Content
Abstract
Sebagai sebuah paradigma, multikulturalisme memuat dalam dirinya nilai-nilai etis, yang menjadi pedoman dasar dalam setiap perilaku individu. Prinsip dasar dari multikulturalisme adalah kesetaraan (egalitarian), keadilan,, keterbukaan, pengakuan terhadap perbedaan. Hal tersebut merupakan prinsip nilai yang sangat dibutuhkan manusia di tengah himpitan budaya global, oleh karena itu sebagai sebuah gerakan budaya, multikulturalisme merupakan bagian integral dalam berbagai system budaya yang ada dalam masyarakat.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 31 dan Surat An-Nahl ayat 1, tentang prinsip multikulturalisme yaitu bahwa manusia diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dengan menjunjung tinggi prinsip persamaan (egalitarian), keadilan, keterbukaan dan saling menghargai antar sesama manusia dalam masyarakat bangsa atas dasar ketaqwaan.
Downloads
Article Details
Issue
Section
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Abu Hasan Ali Bin Ahmad Alwahidi Alnaisabury Asbabun Nuzul (Beirut: Dar Alfikr, 468 H)
Abdul Rahman B Smith Lc, Al qur’an dan terjemahnya (Semarang: Asy-Syifa, 1998)
Abuddin Nata. Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002)
Ali al-Shabuni, Mukhtasar Tafsir Ibnu Katsir, Jilid I,
Ahmad Musthafa Al-Maraghiy, Tafsir Al-maraghiy Terj Drs Anwar Rasyidi (Semarang: Toha Putra, 989)
Ali Nurdin,Qurani Society, menelusuri konsep masyarakat ideal dalam al-Quran,Erlangga Jakarta,2006
Bikhu Parekh, Rethingking Multikulturalis: Cultur Diversity and Political Theory (Massachusetts: Harvard University Press, 2002)
Choirul Mahfud, Pendidikan Multikultural, (Pustaka Pelajar, 2006)
Caleb Rosado, “Toward a Definition of Multiculturalism†(28 October 2006) dalam http://rosado.net/pdf/Def_of_Multiculturalism.pdf. (Akses: 21 Februari 2012).
Parsudi Suparlan, Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural, dalam Makalah yang diseminarkan pada Simposium International ke-3, Denpasar Bali, 16-21 Juli 2002
Scott Lash dan Mike Featherstone (ed.), Recognition And Difference: Politics, Identity, Multiculture (London: Sage Publication, 2002)
Masdar Hilmy, Melembagakan Dialog (antar teks) Agama, Kompas, (Jakarta: 5 April 2002).
Moh. Badru Zaman,Pendidikan Multikultural Perspektif Surat Al-hujarat ayat 13, Skripsi, IAIN WAlisongo,2011
H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme; Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional (Jakarta: Grasindo, 2004)
H.A Soenarjo, Al Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: Listakwarta Putra, 2003
Hamka, Tafsir Al-Azhar (Singapore: Jurong Town, 1999) hlm 6834.
James, A. Banks, Multikultural Education and Goals dalam James A. Banks dan Cherry A. Mcgee Banks (eds), Multicultural Education; Issues and Perspectives (America: Allyn Bacon, 1997
Jalaludin Abdurrahman bin Abi bakar As Suyuthi, Ad-durrul Mantsur fittafsiril ma’tsur (Beirut, Darl Al-kutb Ilmiah, 911 H)
Jalaluddin As Suyuthi, Sebab turunnya ayat al-qur’an, terjemah Tim Abdul Hayyie (Jakarta: Gema Insani, 2009)
K.H Qamaruddin Shaleh, Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya ayat-ayat Al-Qur’an (Bandung: Diponegoro, 2003)
M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misba pesan, kesan dan keserasian Al-Quran, (Jakarta: lentera hati, 2002)
Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Taisiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtisari Tafsir Ibnu Katsir,jilid 4. Terj Drs Syihabuddin, M.A (Jakarta: Gema Insani Press, 2001)
Moh. Badruzzaman†Pendidikan Multikultural dalam Perspektif Surat l Hujarat ayat 13â€,Skripsi, IAIN Wali Songo Semarang, 2011
Samsul Nizar, Sejarah dan Pergolakan Pemikiran Pendidikan Islam : Potret Timur Tengah Era Awal dan Indonesia, (Ciputat: PT Ciputat Press Group, 2005)
Sayyid Quthb, fi zhilalil-Qur’an, Terj Ad’ad Yasin, dkk (Jakarta: Gema Insani, 2004.
