POLITIK PENDIDIKAN ISLAM MASA MODERN MEMBACA GAGASAN TOKOH PEMBAHARU DI NEGARA TURKI, INDIA, DAN MESIR
Main Article Content
Abstract
Sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi, Al-Azhar juga harus memiliki kebebasan yang sama dengan universitas-universitas lainnya. Ia memainkan peranan penting di dalam membentuk peradaban nasional Mesir karena banyaknya mahasiswa, hubungannya yang erat dengan segala golongan masyarakat serta tradisinya sendiri. Namun fungsinya sangat khusus, sebagai pusat studi keagamaan dan sumber kehidupan spiritual bagi negara. Al-Azhar juga dituntut untuk mengajarkan Islam yang sebenarnya sebagai agama kebebasan, sains dan pengetahuan, perkembangan, kemajuan, dan menghargai kehidupan spiritual dan material secara seimbang; ia juga dituntut untuk menanamkan patriotisme territorial dan bukan ide lama tentang nasionalisme religus.
Downloads
Download data is not yet available.
Article Details
Issue
Section
Artikel
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
“POLITIK PENDIDIKAN ISLAM MASA MODERN MEMBACA GAGASAN TOKOH PEMBAHARU DI NEGARA TURKI, INDIA, DAN MESIR”. Jurnal Al-Murabbi 1, no. 1 (March 27, 2017): 141–160. Accessed June 4, 2026. https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/pai/article/view/391.
References
C. C. Adam, Islam and Modernism in Egypt, Londom, Oxford University Press
Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam; Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta, Bulan Bintang, 1975
S. Kurayyin, Ma‘arik Taha Husein al-Adabiah wa al-Fikriah, Beirut, Dar al-Qalam, 1977
Starrett 1998, dalam Robert W Hefner n Qasim Zaman, Schooling Muslim
Syafe’I, Mahmud. Perkembangan Modern Dunia Islam. CV. Vasindo dan Value Press Bandang, 2008
Taha Husein, Fi Al-Adab al-Jahili, Beirut, Dar al-Kitab al-Lubnani.
