PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI MINUMAN HERBAL INSTAN DAN KAPASITAS PRODUKSI MINUMAN HERBAL CAIR
DOI:
https://doi.org/10.35891/tp.v8i1.538Keywords:
empon-empon, ekstraksi, herbal, kemasan cup, kristalisasiAbstract
Konsumsi herbal dalam bentuk suplemen ataupun minuman menjadi alternatif yang kian hari makin diminati. Selain itu, secara tradisional masyarakat Indonesia mempunyai kearifan lokal warisan leluhur yang meyakini bahwa mengkonsumsi bahan tertentu memberikan khasiat positif bagi kesehatan. Melihat potensi dan peluang permintaan pasar yang tinggi akan minuman herbal, dua UKM di Kota Batu yaitu UKM Minuman Herbal Instan “Dua Putri†dan UKM Minuman Enpon-empon “Berkah Alamâ€. UKM “Dua Putri†(Mitra 1) memproduksi herbal instan temulawak, kunir putih, jahe, keji beling, sirih serta kadang-kadang mengkudu dan kemuning. UKM “Berkah Alam†(Mitra 2) memproduksi minuman campuran secang, rosela, asam jawa, kunyit, kunyit putih, serai, dan temulawak dalam bentuk sirup dan minuman yang dikenal sebagai sirup dan minuman empon-empon. Kedua mitra menghadapi proses produksi yang tidak efisien akibat keterbatasan alat. Kedua mitra juga menghadapi kesulitan dalam meningkatkan kapasitas produksi akibat kapasitas alat yang dimiliki rendah. Proses pengolahan minuman empon-empon di Mitra 2 belum tepat sehingga daya awetnya rendah. Hasil kegiatan ini adalah proses pengolahan minuman herbal dalam kemasan cup telah diintroduksikan ke Mitra 1. Kapasitas produksi minuman herbal juga meningkat dengan adanya panci perebus yang berfungsi untuk ekstraksi. Proses perajangan yang selama ini manual dapat dipercepat dnegan adanya mesin perajang empon-empon. Selain itu, Mitra 1 juga telah diberi penjelasan tentang prinsip-prinsip pengolahan minuman herbal cup dan fungsi-fungsi setiap tahapan pengolahan. Mitra 2 untuk sementara dapat memperbaiki kemasan dari kemasan plastik menjadi kemasan minuman herbal instan dalam plastik pouch. Adanya handsealer dapat memperbaiki kinerja pengemasan Mitra 2. Alih teknologi ekstraksi empon-empon dan perbaikan proses penepungan kristal minuman instan dilakukan dengan menggunakan pengepres dan penepung.
References
Al-Kennany E A L and A I Al-Khafaf. (2010). Effect of rosella extract on development of fatty streaks lesions in female rats. Iraqi Journal of Veterinary Science 24(2): 81-85
Alshami I and A E Alharbi. (2014). Antibacterial effect of Hibiscus sabdariffa (Roselle) extract in synergism with voriconazole and fluconazole against fluconazole-resistant Candida albicans isolates: An in vitro study. Biomedical Research 25 (3):401-404
Anonim. (2013). Khasiat Kunyit sebagai Obat Tradisional dan Manfaat Lainnya.Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 19(2): 5-9
Chao C-Y and M C Yin. (2008). Antibacterial effects of roselle calyx extracts and protocatechuic acid in ground beef and apple juice. Foodborne Pathogens and Disease. DOI: 10.1089=fpd.2008.0187
Duke J A. (2002). Handbook of Medicinal Herb. Second Edition. CRC Press, USA
Gautam M K, A Singh, C V Rao, and R K Goe. (2012). Toxicological evaluation of Murraya paniculata (L.) leaves extract on rodents. American Journal of Pharmacology and Toxicology 7 (2): 62-67
Haniadka R, A Saxena, A R Shivashankara, R Fayad, P L Palatty, N Nazreth, A Francis, R Arora, and M S Baliga. (2013). Ginger protects the liver against the toxic effects of xenobiotic compounds: preclinical observations. J Nutr Food Sci 3:5
Hemalatha K, D Sunitha, and Satyanarayana. (2011). Cytotoxic activity of ethanolic extract of Caesalpina sappan Linn and Anaona squamosa Linn in a 549 cell line. Int. J. Pharm and Ind. Res.
Lisdiana. (2004). Pemanfaatan rimpang kunir putih (Curcuma zedoaria) sebagai pengurang kerusakan struktur mikroanatomi hepar mencit akibat alkohol. Berk. Penel. Hayati 9:119-123
Muhtadi A, R Hendriani, and R Mustarichie. (2013). Pharmacological screening of various indonesian herbals potentially used as antidiabetic. Int. Res J Pharm. App Sci. 3(1): 90-9
Ng M K, Y Abdulhadi-Noaman, Y K Cheah, S K Yeap and N.B. Alitheen. (2012). Bioactivity studies and chemical constituents of Murraya paniculata (Linn) Jack. International Food Research Journal 19(4): 1307-1312
Srinivasan R, G G Selvam, S Karthik, K Mathivanan, R. Baskaran, M Karthikeyan, M Gopi. (2012). In vitro antimicrobial activity of Caesalpinia sappan L. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine S136-S139.
Ying, W M, B J West, C J Jensen, D.Nowicki, S U Chen, A Palu, and G Anderson. (2002). Morinda citrifolia (Noni): A literature review and recent advances in Noni research. Acta Pharmacol. Sin. 23 (12): 1127 -1141
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors send the manuscript with the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article belongs to the authors and retains publishing rights without restriction. More...


Mendeley
Zotero
Grammarly
Spelling & Grammar
Turnitin Plagiarism Checker

