IDENTIFIKASI KANDUNGAN KLOROFIL GENUS PIPER (SIRIH) SEBAGAI KANDIDAT FOOD SUPPLEMENT

Authors

  • Khoirin Maghfiroh Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.35891/tp.v8i1.540

Keywords:

klorofil, piper, food supplement

Abstract

Klorofil pada tumbuhan tingkat tinggi secara fisiologi dapat berupa klorofil A dan klorofil B. Salah satu tumbuhan tingkat tinggi yang pemanfaatannya masih terbatas pada pengobatan adalah Sirih. Klorofil pada tanaman Sirih secara fungsional dapat dimanfaatkan sebagai food supplement. yang mampu menstimulasi sistem – sistem fisiologi di dalam tubuh. Beberapa di antaranya adalah sistem peredaran darah, pencernaan dan pertahanan tubuh (imun). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan klorofil tanaman genus Piper yang dapat dijadikan sebagai kandidat food supplement melalui identifikasi jumlah klorofil A, klorofil B dan klorofil total berdasarkan warna daun serta untuk mengetahui jumlah klorofil A, klorofil B dan klorofil total berdasarkan perbedaan spesies. Penelitian dilakukan dengan menimbang 2 g sampel, kemudian dihaluskan dengan penumbukan. Sampel yang telah dihaluskan, diekstrak dengan aseton 85%. Analisa kandungan klorofil ekstrak tanaman Sirih menggunakan spektrofotometer. Data kandungan klorofil dianalisa menggunakan analisis varians (ANOVA) one way yang dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klorofil A tertinggi terdapat pada daun tua tanaman Sirih Hijau (Piper betle L.) sebesar 74,57 ppm dan jumlah klorofil B tertinggi terdapat pada daun muda tanaman Sirih Hijau (Piper betle L.) sebesar 39,75 ppm. Sedangkan jumlah klorofil total tertinggi terdapat pada daun tua tanaman Sirih Hijau (Piper betle L.) sebesar 109,31 ppm.

References

Baker, N R dan K Hardwick. (1974). A model for the development of photosynthetic units in cocoa leaves. Proceedings of the Third International Congress on Photosynthesis, Rehovot. Elsevier, Amsterdam pp 1897-1906

Bishop W M dan Heidi M Z. (2012). Evaluation of Microalgae for use as Nutraceuticals and Nutritional Supplements. J Nutr. Food Sci. 2 (5)

Budiyanto Aji Wahyu. (2008). Pengaruh pengasaman terhadap Fotodegradasi Klorofil a. Jurnal Matematika dan Sains 13 (13)

Chaveerach A, Tawatchai T, Arisa S, Pansa A, dan Runglawan S. (2016). Efficient DNA barcode regions for classifying Piper species (Piperaceae). PhytoKeys 70: 1–10

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKUI. (2007). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Fretes H.D, A B Susanto, Budhi P, dan Leenawaty L. (2012). Karotenoid dari Makroalgae dan Mikroalgae: potensi kesehatan aplikasi dan bioteknologi. J. Teknologi dan Industri Pangan XXIII (2)

Handoko P dan Yunie F. (2013). Pengaruh Spektrum Cahaya Tampak terhadap Laju Fotosintesis Tanamn Air Hydrilla verticillata. Proceeding Seminar Nasional X Pendidikan Biologi FKIP UNS

Hermiati, Rusli, Naomi Y M, Mersi S S. (2013). Ekstrak daun sirih hijau dan merah sebagai antioksidan pada minyak kelapa. Jurnal Teknik Kimia USU 2 (1)

Hosikian A, Su Lim, Ronald H, dan Michael K D. (2010). Chlorophyll extraction from microalgae: a review on the process engineering aspects. International Journal of Chemical Engineering . ID 391632

Kuniawan, Madha, Munifatul Izzati, Yulita Nur Chayati. (2010). Kandungan klorofil, karotenoid, dan vitamin c pada beberapa spesies tumbuhan akuatik. Buletin Anatomi dan Fisiologi XVIII (1)

Kusuma R.A dan Nuri A. (2012). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Takokak (Solanum torvum Swartz.). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Mauled R R dan Ainun N L. (2015). Kadar Total Pigmen Klorofil dan Senyawa Antosianin Ekstrak Kastuba (Euphorbia pulcherrima) Berdasarkan Umur Daun. Proceeding Seminar Nasional Konversi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam FKIP UNS.

Muhammad P H, Luh Putu W, dan A A M Dewi Anggreni. (2015). Pengaruh suhu dan lama curing terhadap kandungan senyawa bioaktif ekstrak etanol bunga kecombrang (Nicolaia speciosa Horan). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri 3 (4)

Nio Song Ai dan Yunia Banyo, (2011). Konsentrasi klorofil daun sebagai indikator kekurangan air pada tanaman. Jurnal Ilmiah Sains Universitas Sam Ratulangi Manado 11(2)

Nugroho Y A. (2012). Efek pemberian kombinasi buah sirih (Piper betle L.) fruit, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L.) R.BR.) leaf, madu, dan kuning telur terhadap peningkatan aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag. Media Litbang Kesehatan 22 ( 1)

Panday M, Rohit K V dan Shubhini A S. (2010). Nutraceuticals: New Era of Medicine and Health. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research 3 ( 1)

Shinta D Y dan Sudyanto. (2016). Pemberian air rebusan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz&Pav) terhadap kadar glukosa dan kolesterol darah mencit putih jantan. Journal of Sainstek 8(2) : 180-185

Suliantari, Betty S L, Jenie dan Maggy T S. (2012). Aktivitas antibakteri fraksi – fraksi ekstrak sirih hijau (Piper betle L.) terhadap patogen pangan. J. Teknologi dan Industri Pangan XXIII (2)

Suparmi dan Achmad S. (2009). Mengenal potensi rumput laut: kajian pemanfaatan sumber daya rumput laut dari aspek industri dan kesehatan. Majalah Ilmiah Sultan Agung 44: 118

Wettstein D V, Simon G dan C G Kanangara. (1995). Chlorophyll biosynthesis. The Plant Cell 7: 1039-1057

Downloads

Published

2017-03-01

Issue

Section

Article