PENGARUH PROPORSI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii Bl) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN “WEDANG SEMANISâ€

Authors

  • Abidusy Syakur Al Mahbub Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Muh.Aniar Hari Swasono Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.35891/tp.v8i2.649

Keywords:

kayu secang, kayu manis, DPPH

Abstract

Minuman semanis merupakan minuman yang terbuat dari seduhan kayu secang dan kayu manis. Minuman ini terinspirasi dari wedang uwuh minuman asli Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk mencari tahu proporsi kayu secang dan kayu manis terhadap aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 proporsi kayu manis (K) terdiri dari 2 level yaitu 3g dan 6g. Faktor 2 proporsi kayu secang (S) terdiri dari 3 level yaitu 2g, 5g, 8g sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan yang masing masing diulang 2 kali. Analisis data menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 1% dan 5%, apabila ditemukan pengaruh terhadap salah satu variabel maka dilanjutkan dengan uji BNT (5%). Pengamatan yang dilakukan meliputi uji kimiawi aktivitas antioksidan dan uji organoleptik rasa, aroma dan warna. Hasil penelitian dengan uji DPPH menghasilkan aktivitas antioksidan sangat kuat pada perlakuan K1S3 (kayu manis 3gr dan kayu secang 8gr) dengan parameter IC50 39,80 µg/mL (sangat kuat). Berdasarkan uji indeks efektifitas didapatkan kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada K1S3 (kayu manis 3gr dan kayu secang 8gr) dengan hasil aktivitas antioksidan IC50 dengan nilai 39,80 µg/mL (sangat kuat), rasa dengan nilai 2,75 (tidak suka), aroma dengan nilai 3,60 (suka), warna dengan nilai 3,45 (suka).  

References

Afriani, Suryono dan Lukman Haris. (2011). Karakteristik dadih susu sapi hasil fermentasi beberapa starter bakteri asam laktat yang diisolasi dari dadih asal kabupaten kerinci. Jurnal Agrinak 1 (1).

Budilaksono, W, Wahdaningsih, S & Fahrurroji A. (2014). Uji aktivitas antioksidan fraksi n-heksana kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei Britton dan Rose) menggunakan metode DPPH (1,1 – Difenil – 2 - Pikrilhidrazil). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN 1 (1).

Ciptaningsih E. (2012). Uji Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Fitokimia pada Kopi Luwak Arabika dan Pengaruhnya terhadap Tekanan Darah Tikus Normal dan Tikus Hipertensi. Tesis. Universitas Indonesia Depok.

Hastuti A M. (2014). Pengaruh Penambahan Kayu Manis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kadar Gula Total Minuman Fungsional Secang dan Daun Stevia sebagai Alternatif Minuman bagi Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Program Studi Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro. Semarang.

Marxen K, Vanselow Klaus, H Lippemeier, S, Hintze R, Ruser A, & Hansen UP. (2007). Determination of DPPH Radical Oxidation Caused by Methanolic Extracts of Some Microalgal Species by Linear Regression Analysis of Spectrophotometric Measurements. Sensors 7: 2080-2095.

Molyneux P. (2004). The use of the stable free radical diphenyl picrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity songklanakarin. J. Sci. Technol 26 (2): 211-219.

Panovska T K, Kulevanova S, Stefova. (2005). In Vitro Antioxidant Activity of Some Teucrium Spesies (Lamiaceae). Acta Pharm.

Poerawinata M N. (2007). Uji Aktivitas Antioksidan pada Daun Pandan (Pandanus polycephalus). Skripsi. FMIPA Universitas Indonesia. Depok.

Prakash A, Rigelhof F, dan Miller E. (2001). Kegiatan Antioksidan: Medallion Laboratorium. Analithycal Progress 19 (2): 1-4

Pranata R. (2013). Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Kloroform Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Lemairei Britton dan Rose) Menggunakan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Skripsi. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Rahmawati Fitri. (2011). Kajian Potensi “Wedang Uwuh†Sebagai Minuman Fungsional. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana. Fakultas Teknik. Univeritas Negeri Yogyakarta. DIY Yogyakarta.

Rina Oktaf, Chandra Utami W, dan Ansori. (2012). Efektifitas ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L) sebagai bahan pengawet daging. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 12.

Sari N S. (2016). Uji Aktivitas Antioksidan dan Fotoprotektif Fraksi Etilasetat Ekstrak Etanolik Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus). Skripsi. Program Studi Farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.

Satuhu S. (1994). Penanganan dan Pengolahan Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sugiyanto, Raisatun Nisa, Shofy Rahmadani Putri, Ferina Septiani Damanik, Gusti Made Aryandana dan Samita. (2011). Aplikasi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dalam Upaya Prevensi Kerusakan DNA Akibat Paparan Zat Potensial Karsinogenik Melalui MNPCE ASSAY. Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada.

Susilowati S. (2016). Kajian Metode Ekstraksi Dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Secang Terhadap Karakteristik Jelly Herbal. Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Sebelas Maret. Jakarta.

Downloads

Published

2017-09-08

Issue

Section

Article