PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PANGAN OLAHAN PADA KELOMPOK USAHA PRODUKTIF DI KECAMATAN SRENGAT, KABUPATEN BLITAR

  • Panji Deoranto Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Malang
  • Retno Astuti Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang
Keywords: kapasitas produksi, pemanggangan, pengemasan, titik kritis

Abstract

Di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, terdapat beberapa usaha produktif yang mengolah pangan seperti madumongso, sambel pecel, keripik pangsit, kue untruk yuyu, stick, dan kue bolu serta cake yang diproduksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Jaya dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Ananda.  Permasalahan yang dihadapi oleh KWT Mekar Jaya adalah penggilingan bumbu dan kacang pada produksi sambel pecel tidak bisa dikerjakan sendiri karena tidak mempunyai alat mekanis.  Penggilingan dilakukan di pasar sehingga tidak efisien.  Permasalahan lain adalah pembentukan lembaran adonan pada proses produksi keripik pangsit yang masih manual sehingga membutuhkan waktu lama.  Mitra juga masih mengemas menggunakan lilin sehingga beresiko pengemasan tidak sempurna.  Permasalahan pada proses produksi olahan pangan di UKM Ananda adalah keterbatasan kapasitas akibat peralatan yang digunakan masih sederhana, skala rumah tangga dan kapasitas kecil.  Titik kritis peningkatan kapasitas adalah pada proses pengadukan adonan dan pemanggangan.  Keduanya selama ini menggunakan mixer kecil dan oven kecil.  Permasalahan lain adalah proses pengemasan yang sering gagal karena alat hand sealer yang sudah tidak berfungsi dengan baik.   Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi olahan pangan di KWT Mekar Jaya dan UKM Ananda.  Program peningkatan kapasitas produksi dan mutu produk olahan di KWT Mekar Jaya dilakukan melalui fasilitasi peralatan produksi sambel pecel dan keripik pangsit berupa penggiling bumbu pecel dan pencetak lembaran adonan (sheeter).  Perbaikan kualitas kemasan dilakukan melalui fasilitasi hand sealer dan perbaikan desain label kemasan.  Program peningkatan kapasitas produksi dan mutu olahan UKM Ananda dilakukan melalui peningkatan kapasitas pemanggangan, pengadonan, dan perbaikan proses pengemasan.  Perbaikan label kemasan akan dilakukan untuk kemasan keripik pangsit, sambel pecel, dan madumongso dengan fasilitasi alat pedal sealer.  Dengan adanya fasilitasi peralatan ini, kedua mitra dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.  Mitra juga telah melakukan diversifikasi produk olahannya mengguankan fasilitas peralatan dari program IbM ini.

Published
2017-12-15
How to Cite
Deoranto, P., & Astuti, R. (2017). PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PANGAN OLAHAN PADA KELOMPOK USAHA PRODUKTIF DI KECAMATAN SRENGAT, KABUPATEN BLITAR. Teknologi Pangan : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 8(2), 180-187. https://doi.org/10.35891/tp.v8i2.906
Section
Artikel