PENGARUH LAMA PEREBUSAN KULIT TELUR PADA PEMBUATAN BUBUK SUPLEMEN KALSIUM

  • Rafika Dwi Puspitasari
  • Muh. Aniar Hari Swasono
Keywords: Kulit Telur, lama perebusan, kalsium

Abstract

Telur merupakan makanan yang banyak di konsumsi di indonesia. Bukan hanya untuk konsumsi telur juga di gunakan dalam proses produksi berbagai macam roti dan kue, itu menjadikan tingkat limbah dari kulit telur semakin meningkat. Dengan adanya upaya pemanfaatan limbah berupa kulit telur menjadi produk pangan dapat mengurangi jumlah limbah pada industry berbahan baku telur. Penelitian ini meneliti tentang prosentase lama perebusan bubuk kulit telur bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Tunggal non factorial. Terdapat 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Analisis data menggunakan metode ANOVA apabila ada pengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5% untuk mencari beda nyata antara substitusi bubuk cangkang telur. Pengamatan yang dilakukan meliputi uji kadar kalsium dan uji organoleptik rasa, warna dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata kadar kalsium bubuk kulit telur diperoleh 131.451,16. Kadar kalsium terendah diperoleh pada bubuk perlakuan T0 (Tanpa perebusan), sedangkan kadar kalsium tertinggi diperoleh pada bubbuk perlakuan T4 dengan lama perebusan 60 menit. Hasil perhitungan indeks efektifitas menunjukkan kombinasi perlakuan terbaik pada pada T0 (Tanpa perebusan) yaitu rasa dengan nilai 3,25%, aroma dengan nilai 3,3%, warna dengan nilai 3,75%.

References

Butcher dan Miles. (1990). Ilmu gizi. Gramedia : Jakarta

Butcher, G.D. dan Miles R. (1990). Concepts of Eggshell Quality. (online). (http://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/VM/VM1300.PDF 1990. [6 desember 2012].

De Garmo ED, Sullivan WG, Canada JR. (1984). Enginering Economy. New York: MacMillan Publishing Company.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM UI, (2007). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Dongoran N., Lilik K., Sri AM. (2007). Pembuatan Susu Kedelai Berkalsium Tinggi dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Kakap Merah (Lutjanus sanguienus). Media Gizi dan Keluarga.

Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, (2012-2016). Proyek Peningkatan Produksi Telur di Indonesia. Direktur Jendral Peternakan Departemen Pertanian: Jakarta.

Gary D, Butcher DVM dan Richard Miles. (2009). Ilmu unggas, Jasa Ektensi Koperasi, Lembaga Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida. Gainesville.

James E. Hunton. (2005). Accounting Information System 6 th Editin. Thomson South Western, Ohio.

Kartika B. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. (1988). PAU Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta

Nursiam, I. (2011). Uji Kualitas Telur. (Online). Tersedia: http//intannursiam. wordpress.com/2011/02/26/uji-kualitas-telur. (15 desember 2012)

Rivera, (1999). The Effect of Micronutrient Deficiencies on Child Growth : A Review of Result From Community – Based Supplementation Trials.

Sulaiman M. Double Vitamin D and Calcium for Dislocated. (2009). (Online). http://mardalinasulaiman.blogspot.com/2009 08 01 archive.htm.

Stadelman MJ, Cotterill OJ. (1995). Egg Scince and Technology. Connecticut: The AVI Publishing Inc.

Winarno, F.G. (2004). Kimia pangan Dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Published
2018-04-11
How to Cite
Puspitasari, R. D., & Swasono, M. A. H. (2018). PENGARUH LAMA PEREBUSAN KULIT TELUR PADA PEMBUATAN BUBUK SUPLEMEN KALSIUM. Teknologi Pangan : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 9(1), 20-27. https://doi.org/10.35891/tp.v9i1.934
Section
Artikel