KARAKTERISTIK INSTANT NOODLE DARI PATI JAGUNG TERMODIFIKASI

  • Lamria Mangunsong
Keywords: Pati jagung, Instant Noodle, Autoclaving-Cooling dan Heat Moisture Treatment(AC-HMT), elongasi, tensile strenght

Abstract

Pati jagung alami (native) memiliki kelemahan sebagai bahan instant noodle. Dengan perlakuan modifikasi Autoclaving-Cooling dan Heat Moisture Treatment (AC-HMT) diharapkan penggunaan pati jagung dapat menghasilkan Instant Noodle yang lebih baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi karakteristik fisik Instant Noodle jagung hasil formulasi dari tepung jagung dan pati jagung modifikasi. Metode penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, tahap pertama adalah ekstrasi pati jagung Tahap kedua adalah Modifikasi pati jagung dengan metode kombinasi AC-HMT yaitu susupensi pati jagung 20 % b/b yang terbentuk pada suhu 700C dipanaskan dengan autoklaf selama 15 menit, pada suhu 1200C, dilanjutkan dengan proses HMT dengan perlakuan HMT 15 menit (autoklaf selama 15 menit). Sedangkan tahap ketiga adalah   pembuatan Instant Noodle. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RancanganAcak Lengkap factorial yaitu perbandingan antara tepung jagung dan pati modifikasi perlakuan yang terbaik dari modifikasi  pati  jagung selanjutnya digunakan untuk aplikasinya pada  pembuatan instant Noodle dengan perbandingan antara tepung jagung  dan pati jagung termodifikasi dibedakan menjadi lima formula yaitu 100: 0;  75:25;  50:50;  25:75;  0:100. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula instant noodle jagung 25:75 menghasilkan karakteristik yang lebih baik dengan kadar air, tensile strength, elongasi, kelarutan dan swelling power sebagai berikut 9,8466%, 0,4767N, 68,4738%, 1,1869%, dan 39,6540%

References

Anand, C. (2015). Modifikasi Pati Garutv Dengan Metode Debranching, Siklus Autoclaving-Cooling dan Heat Mouiture Treatment Untuk Meningkatkan Pati Resisten Tipe III (RS3). Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Budiyah. (2004). Pemanfaatan pati dan protein jagung (CGM) dalam pembuatan mi jagung instan. Skripsi. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Collado, L.S. dan Corke, H. (1997). Properties of starch noodles of affected by sweet potato genotype. Cereal Chemistry, 74(2): 182-187.

Fadlillah, H. N. (2005). Verifikasi Formulasi Mi Jagung Instan dalam Rangka Penggandaan Skala. Skripsi. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Juniawati. (2003). Optimasi proses pengolahan mi jagung instan berdasarkan kajian preferensi konsumen. Skripsi. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan,Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Syamsir, E., Hariyadi, P., Fardiaz, D., Andar wulan, N. dan Kusnandar, F. (2012). Pengaruh proses heat – moisture treatment (HMT) terhadap karakteristik fisikokimia pati. Jurnal Teknology dan Industri Pangan, 28 (1): 100-106.

Tester, R.F., and Morrison, W.R., (1990). Swelling gelatinization of cereal starches I. effect of amylopectin, amylase and lipids. Cereal Chemistry, 67: 551-557

Whistler, R. dan BeMiller, J.N., (1999). Carbohydrate Chemistry for Food Scientiest. 2nd Edition. Eagen Press. St. Paul, Minnesota, USA

Xu, Y.X. and Seib, P.A., (1993). Structure tapioka pearls compared to starch noodles frommung beans. Cereal Chemistry, 70(4): 463-470

Zakiyah, (2010). Pengaruh suhu pemanasan awal dalam proses modifikasi pati garut dengan pemanasan dan pendinginan berulang terhadap Kadar pati Resisten Tipe 3 (RS3). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB.

Published
2018-04-11
How to Cite
Mangunsong, L. (2018). KARAKTERISTIK INSTANT NOODLE DARI PATI JAGUNG TERMODIFIKASI. TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 9(1), 28-33. Retrieved from https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/Teknologi-Pangan/article/view/936
Section
Artikel